Ekonomi

Sinergi Bank Indonesia & TPID Jateng, Gelar GPM Serentak di 35 Titik

BERITASEMARANG.ID – Menghadapi tantangan kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Langkah ini menjadi krusial di tengah catatan inflasi Jawa Tengah per Februari 2026 yang menyentuh angka 0,76% (mtm).

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama jajaran pimpinan Bank Indonesia dari Kantor Perwakilan Solo, Purwokerto, dan Tegal yang terhubung secara virtual. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga daya beli masyarakat.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan parsial, melainkan harus terkoordinasi secara end-to-end. Bank Indonesia bersama TPID mengusung strategi 4K sebagai pilar utama:

 

    1. Keterjangkauan Harga: Intervensi langsung melalui GPM dan operasi pasar.
    2. Ketersediaan Pasokan: Memastikan stok di hulu tetap aman.
    3. Kelancaran Distribusi: Mengantisipasi hambatan logistik menjelang arus mudik.
    4. Komunikasi Efektif: Mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

​”Pasokan pangan di Jawa Tengah dalam kondisi cukup. Kami mengimbau masyarakat untuk Belanja Bijak sesuai kebutuhan. Ketenangan masyarakat dalam berbelanja adalah kunci stabilitas harga,” ujarnya.

Rayakan Grand Opening Zing Padel, Kompetisi Kelas Beginner Jadi Magnet di Hari Pembukaan.

​Selain menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia memanfaatkan momentum GPM ini untuk memperluas ekosistem ekonomi digital. Di stan khusus Bank Indonesia, masyarakat diajak bertransaksi menggunakan QRIS untuk pembelian komoditas seperti cabai rawit merah segar, cabai merah kering, hingga mocaf.

​Penggunaan QRIS ini bertujuan untuk:

      • Inklusivitas Pembayaran: Mendorong masyarakat beralih ke transaksi nontunai yang lebih aman dan tercatat.
      • Edukasi Pangan Alternatif: Memperkenalkan cabai kering dan mocaf sebagai solusi saat harga komoditas segar melonjak.
      • Penguatan Ekonomi Rumah Tangga: Mempermudah pencatatan keuangan digital bagi konsumen maupun UMKM yang terlibat.

​Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Bank Indonesia juga menggelar talkshow interaktif bertema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga”. Bersama Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, BI memberikan tips praktis mengenai diversifikasi pangan agar masyarakat tidak bergantung pada satu komoditas tertentu yang tengah mengalami kenaikan harga.

​Melalui integrasi kebijakan moneter, sistem pembayaran digital, dan koordinasi erat dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia optimis inflasi Jawa Tengah dapat tetap berada dalam rentang sasaran, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tetap berkelanjutan dan inklusif.

Dukung Pengembangan Pegawai, Bea Cukai Tanjung Emas Lirik Program Strategis Pascasarjana USM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement