BERITASEMARANG.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis Kota Semarang. Ahmad Muhaimin resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum Pengkot PBSI Semarang periode 2024-2028.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi tertanggal 5 Maret 2026. Pria yang juga dikenal sebagai mantan juara Piala Wali Kota Semarang ini memilih meletakkan jabatannya demi memberikan ruang bagi penyegaran organisasi dan kemajuan pembinaan atlet di Kota Atlas.
Serahkan Estafet Kepemimpinan
Dalam surat pengunduran dirinya, Muhaimin menyerahkan jalannya roda organisasi kepada Wakil Ketua Pengkot PBSI Semarang, Donny Wira Yudha Kusuma, MPd, PhD, hingga terpilihnya ketua umum baru melalui mekanisme organisasi.
Muhaimin, yang juga merupakan akademisi di Universitas Semarang (USM), mengaku keputusan ini didasari atas refleksi diri selama satu tahun memimpin.
”Jabatan ini adalah amanah dari Allah SWT yang dititipkan melalui teman-teman pengurus klub. Sekarang, amanah itu diminta kembali, maka tidak ada alasan bagi saya untuk mempertahankannya,” ujar Muhaimin.
Satu Tahun Penuh Prestasi
Meski hanya menjabat selama setahun, Muhaimin meninggalkan catatan kinerja yang solid. Di bawah kepemimpinannya sepanjang 2025, PBSI Semarang sukses menggelar berbagai ajang bergengsi, di antaranya:
- Piala Rektor USM Ke-3
- Kejurkot USM – Atlas Padma Cup di GOR Graha Padma
- Penataran Wasit & Pelatih tingkat Kota Semarang
- Kejuaraan Kelompok Umur Multikota/Kabupaten
Komitmen Transparansi Keuangan
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesionalisme, Muhaimin memastikan seluruh laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan telah rampung. Laporan tersebut mencakup pengelolaan dana hibah KONI Kota Semarang, bantuan dana pelatih PSE, hingga pendapatan dari penjualan shuttlecock sisa kejuaraan.
Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya, tidak ada pelanggaran AD/ART yang dilakukan. Segala program kerja yang direncanakan telah dijalankan sesuai koridor organisasi.
Pesan Menyentuh Tentang Ketulusan
Menutup keterangannya, Muhaimin memberikan pesan bijak mengenai dinamika yang ia hadapi selama memimpin organisasi olahraga tersebut.
”Banyak hikmah yang saya dapat, termasuk soal pertemanan. Teman yang tulus tidak mungkin mengkhianati, justru akan melindungi dan memotivasi kita dalam kebaikan. Daun tidak akan jatuh tanpa seizin Allah SWT,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PBSI Semarang tengah mempersiapkan langkah-langkah organisasi untuk menentukan sosok pengganti yang akan meneruskan visi pembinaan bulu tangkis di Semarang.

Komentar