Ekonomi

Penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Melonjak 61 Persen

BERITASEMARANG.ID – Tren pergerakan pemudik pada arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menunjukkan kenaikan drastis. Memasuki hari ke-12 operasional Posko Angkutan Udara (24 Maret 2026), trafik penumpang tercatat melesat hingga 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa pada H+3 Lebaran tersebut, jumlah penumpang menembus angka 11.573 orang. Angka ini terbagi hampir merata antara arus keberangkatan dan kedatangan.

​“Terdapat 5.786 penumpang yang berangkat dan 5.787 penumpang yang datang. Lonjakan ini membuktikan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara di periode puncak arus balik,” ujar Sulistyo dalam keterangan resminya.

​Fenomena WFA dan Keseimbangan Arus

​Peningkatan signifikan ini dipicu oleh mulai kembalinya aktivitas perkantoran pada 25 Maret 2026. Namun, Sulistyo mencatat adanya fenomena menarik terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA).

​”Sebagian masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali besok, namun kebijakan WFA yang berlangsung pada 25-27 Maret membuat trafik penumpang datang tetap tinggi, sehingga angka kedatangan dan keberangkatan terlihat relatif seimbang,” jelasnya.

Rayakan Grand Opening Zing Padel, Kompetisi Kelas Beginner Jadi Magnet di Hari Pembukaan.

​Pergerakan Pesawat Naik Hampir Dua Kali Lipat

​Tidak hanya jumlah penumpang, frekuensi penerbangan juga mengalami lompatan besar. Pada 24 Maret 2026, tercatat ada 85 pergerakan pesawat, naik fantastis sebesar 93% dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat 44 pergerakan pada hari ke-12 posko.

​Untuk menjaga kenyamanan di tengah lonjakan ini, manajemen bandara telah melakukan berbagai langkah strategis:

  • Optimalisasi Fasilitas: Memastikan terminal mampu menampung lonjakan tanpa penumpukan.
  • Customer Experience: Menghadirkan live music di area keberangkatan untuk mencairkan suasana lelah para pemudik.
  • Koordinasi Ketat: Memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan dan ketertiban.

​Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh aspek operasional tetap berjalan optimal demi menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa selama masa angkutan Lebaran 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement