Semarang

Kemenhaj Kota Semarang Gelar Manasik Terintegrasi Untuk ​1.747 Calon Jemaah Haji

BERITASEMARANG.ID – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kota Semarang menuju Tanah Suci memasuki babak baru. Sebanyak 1.747 calon jemaah haji tahun 1447 H/2026 M resmi mengikuti bimbingan manasik haji terintegrasi yang dipusatkan di Aula Kampus 3 UIN Walisongo, Minggu (29/3/2026).

​Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para tamu Allah untuk mematangkan kesiapan fisik maupun spiritual sebelum bertolak ke Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah Kota Semarang, mengusung tema besar “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan“. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kota Semarang, H. Mawardi, S.Ag, menegaskan bahwa aspek inklusivitas menjadi prioritas utama guna memastikan kenyamanan seluruh lapisan jemaah.

​”Kami ingin memastikan seluruh jemaah memahami setiap tahapan ibadah. Tema ramah lansia dan disabilitas menjadi fokus agar pelayanan di lapangan nantinya lebih humanis dan terstruktur,” ujar Mawardi dalam sambutannya.

​Ada pemandangan menarik dalam komposisi jemaah tahun ini. Data menunjukkan keberagaman usia yang cukup kontras:

-. ​Jemaah Termuda: Sakura Nadifah Larasati, remaja berusia 15 tahun 10 bulan yang tergabung dalam Kloter 24.

Lurah Tlogosari Kulon Ajak Warga RW 27 Perkuat Silaturahmi: “Rezeki Lapang Berawal dari Hubungan yang Baik”

-. ​Jemaah Tertua: Kun Mariyati Harjomartoyo, warga Banyumanik yang tetap semangat beribadah di usia 86 tahun 7 bulan.

-. ​Dominasi Perempuan: Dari total jemaah, jumlah perempuan masih mendominasi dibandingkan jemaah laki-laki (766 orang).

-. ​Kelompok Gen Z: Tercatat ada sekitar 10 jemaah yang masih berusia antara 13 hingga 20 tahun.

​Secara kewilayahan, Kecamatan Pedurungan tercatat mengirimkan jemaah terbanyak dengan jumlah sekitar 300 orang. Secara keseluruhan, Kota Semarang menjadi salah satu pengirim jemaah terbesar di Jawa Tengah, bersaing ketat dengan Kabupaten Kebumen dengan selisih hanya 17 orang.

​Untuk memastikan pemahaman yang mendalam, manasik dilakukan secara bertahap:

Pererat Silaturahmi, Warga RW 27 Tlogosari Kulon Gelar Halal Bihalal di Kampung Kecil Pedurungan

-. ​Tingkat Kota: Dimulai pada 29 Maret 2026 dengan beberapa kali pertemuan.

-. ​Tingkat Kecamatan: Digelar sebanyak empat kali pertemuan yang tersebar di 10 titik strategis, berlangsung sejak 28 Maret hingga awal April 2026.

​Selain tata cara ibadah (fiqih haji), para jemaah juga dibekali dengan manajemen perjalanan, informasi kesehatan, hingga simulasi situasi faktual di Tanah Suci. Pemerintah berharap melalui persiapan yang matang ini, jemaah asal Kota Semarang dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan meraih predikat haji mabrur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement