Semarang

Jaga Keberlanjutan Pembangunan, Agustina Sambangi Para Senior

BERITASEMARANG.ID – Menjaga tradisi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melakukan rangkaian silaturahmi ke kediaman para mantan Wali Kota Semarang, Selasa (31/3). Kegiatan yang dibalut dalam suasana halalbihalal ini menjadi ajang serap aspirasi untuk memastikan program pembangunan di Ibu Kota Jawa Tengah tetap berjalan berkesinambungan.

​Didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Agustina mengunjungi tiga tokoh penting, yakni Sukawi Sutarip, Soemarmo HS, dan Hendrar Prihadi. Selain itu, rombongan juga melakukan ziarah ke makam mantan Wali Kota Sutrisno Suharto sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pendahulu.

​Pembangunan Tanpa Putus

​Dalam pernyataannya, Agustina menegaskan bahwa membangun sebuah kota merupakan proses panjang yang tidak boleh terhenti meski terjadi pergantian kepemimpinan. Menurutnya, setiap kebijakan yang telah diletakkan oleh para pendahulu merupakan fondasi yang harus diperkuat.

​”Membangun sebuah kota itu tidak bisa putus. Apapun yang dilakukan oleh para pendahulu kita, itu harus diteruskan. Yang kurang kita tambahi, yang belum sempurna kita sempurnakan, dan yang sudah hebat kita buat menjadi semakin hebat,” ujar Agustina di sela-sela kunjungannya.

​Ia menambahkan bahwa diskusi dengan para mantan wali kota sangat krusial guna meminta pertimbangan terkait arah kebijakan strategis Semarang ke depan.

Perkuat Transparansi, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal

​Apresiasi dari Senior

​Kunjungan ini mendapat respons positif, salah satunya dari Soemarmo HS. Ia mengapresiasi langkah Agustina yang tetap menjaga tradisi menghormati senior di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

​”Saya apresiasi sekali kepada Bu Wali dan jajarannya. Silaturahmi setiap tahun dengan senior yang pernah menjabat sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota ini adalah tradisi baik yang harus dijaga,” ungkap Soemarmo.

​Soroti Efisiensi Energi

​Selain membahas keberlanjutan infrastruktur dan sosial, Agustina juga menyinggung tantangan masa depan, termasuk kebijakan internal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi pesan para senior agar jajaran Pemkot tetap solid, ia menyoroti pentingnya efisiensi anggaran, terutama pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

​Ia menjelaskan bahwa wacana penyesuaian pola kerja bukan semata-mata soal teknis Work From Anywhere (WFA), melainkan upaya menekan pengeluaran energi.

​”Intinya adalah efisiensi untuk bahan bakar. Kita ingin mengurangi jumlah anggaran BBM yang selama ini dialokasikan. Fokus utamanya adalah penghematan energi di lingkungan pemerintah,” pungkasnya.

Perkuat Hubungan Industrial, CCEP Indonesia dan Serikat Pekerja Resmi Sepakati PKB 2026-2028

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement