Ekonomi Semarang

KAI Daop 4 Semarang Sisir Jalur Strategis Semarang–Cepu, Antisipasi Gangguan Cuaca Ekstrem

BERITASEMARANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengambil langkah cepat dalam memitigasi risiko operasional akibat cuaca ekstrem. Pada Kamis (7/5), jajaran manajemen melakukan inspeksi menyeluruh di lintas strategi Semarang Tawang hingga Cepu guna memastikan keandalan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api.

​Inspeksi ini dipimpin langsung oleh Kepala Daop 4 Semarang, Muhamad Arie Fathurrochman, dengan menggunakan lori inspeksi (dressin). Pemantauan difokuskan pada titik-titik yang masuk dalam Daftar Pantauan Khusus (Dapsus) di sepanjang jalur utara Jawa tersebut.

​Fokus pada Titik Rawan dan Fasilitas Vital

​Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga infrastruktur fisik, dalam kondisi siap tempur menghadapi dinamika cuaca.

​”Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami. Melalui inspeksi langsung, kami memastikan seluruh prasarana dalam kondisi andal untuk memitigasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujar Luqman.

​Pemeriksaan mencakup 17 stasiun, mulai dari Stasiun Alastua hingga Cepu. Selain mengecek fasilitas stasiun, tim teknis memberikan perhatian khusus pada:

Satgas PASTI Tindak Tegas Universal Peak dan BAFI Group Indonesia Terkait Investasi Fiktif dan Jasa Pinjol Ilegal

  • Kondisi Jembatan: Memastikan struktur tetap kokoh menghadapi debit air tinggi.
  • Potensi Pergerakan Tanah: Pengawasan intensif dilakukan di beberapa segmen jalur.
  • Drainase Jalur: Menjamin sistem pembuangan air berfungsi optimal untuk mencegah genangan.

​Titik Pantau Khusus: Doplang–Randublatung

​Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah Km 63+500 petak Doplang–Randublatung. Area ini diidentifikasi memiliki potensi pergerakan tanah yang cukup tinggi saat diguyur hujan lebat.

​Sebagai langkah antisipasi, KAI telah menyiapkan strategi mitigasi komprehensif, di antaranya:

  1. Pemasangan CCTV: Pemantauan kondisi jalur secara real-time selama 24 jam.
  2. Alat Material Untuk Siaga (AMUS): Penempatan material darurat di titik-titik strategis untuk penanganan cepat.
  3. Optimalisasi Personel: Menyiagakan petugas pemeriksa jalur ekstra guna mendeteksi gangguan sedini mungkin.

​Jalur Vital Ekonomi dan Penumpang

​Lintas Semarang Tawang–Cepu merupakan urat nadi transportasi di wilayah utara Jawa yang melayani frekuensi tinggi kereta api penumpang maupun logistik. Kesiapan infrastruktur di jalur ini sangat krusial bagi kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat.

​”Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan nyaman, meski di tengah kondisi cuaca yang dinamis,” tutup Luqman.

Daftar 17 Stasiun yang Diinspeksi:

Dishub Kota Semarang Sukses Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026

  • ​Alastua, Brumbung, Tegowanu, Gubug, Karangjati, Sedadi, Ngrombo, Gambringan, Jambon, Panunggalan, Kradenan, Sulur, Doplang, Randublatung, Wadu, Kapuan, dan Cepu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement