Pendidikan Semarang

Sekolah Vokasi UNDIP Luncurkan Program ‘SV Zero Discharge’ Berbasis Ekonomi Sirkular

BERITASEMARANG.ID – Pengelolaan sampah, pemanfaatan air hujan, serta pengolahan limbah domestik masih menjadi tantangan besar bagi banyak institusi pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP) resmi meluncurkan Program SV Zero Discharge.

​Sistem terintegrasi ini mengusung prinsip keberlanjutan dengan tagline “Nothing Wasted, Everything Managed”. Melalui program ini, SV UNDIP sukses mengubah limbah kampus menjadi sumber daya bernilai guna sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang menghasilkan peluang ekonomi baru.

​Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif konkret ini. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi teladan nyata dalam isu lingkungan, bukan sekadar menjadikannya wacana.

​”Kampus sudah saatnya menunjukkan praktik keberlanjutan yang nyata. Sekolah Vokasi telah memberikan contoh yang baik dan dapat direplikasi di fakultas maupun sekolah lain di lingkungan UNDIP,” ujar Prof. Suharnomo.

​Ketua Pelaksana Program, Ir. Hanggoro Iskandar Putra Wijaya, M.T., menjelaskan bahwa program ini digerakkan oleh lima pilar utama untuk memastikan tidak ada limbah yang terbuang sia-sia:

Tekan Fenomena ‘Fatherless’, Pemprov Jateng Wajibkan ASN Ayah Ambil Rapor dan Antar Anak Sekolah

  1. Pengelolaan Air Hujan: Menangkap dan mengolah air hujan untuk kebutuhan domestik kampus hingga air berstandar laboratorium.
  2. Pemanfaatan Air Olahan: Mengolah limbah cair domestik (toilet dan kamar mandi) untuk penyiraman tanaman dan flushing toilet.
  3. Tata Kelola Sampah & Limbah Terpadu: Mengolah limbah organik kantin menjadi biogas untuk memasak dan pupuk, serta mendaur ulang sampah plastik.
  4. Reduksi Limpasan Permukaan (Zero Run Off).
  5. Ekonomi Sirkular: Mengubah paradigma limbah menjadi komoditas yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

​Hebatnya, seluruh sistem ini dipantau secara real-time melalui dashboard berbasis Internet of Things (IoT). “Limbah sudah tidak dianggap sampah lagi, tetapi bisa kita manfaatkan nilai gunanya,” tegas Hanggoro.

​Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi SV UNDIP menuju panggung internasional melalui penguatan ekosistem Sustainability and Social Impact.

​”Ke depan, lulusan kami tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan serta bukti nyata bahwa mereka mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Prof. Budiyono.

​Sebagai bentuk komitmen bersama, peluncuran ini juga dibersamai dengan deklarasi gerakan SV Zero Discharge yang diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga organisasi mahasiswa seperti BEM dan Senat Mahasiswa SV.

​Ke depan, program SV Zero Discharge ini diharapkan dapat menjadi living laboratory for sustainability—sebuah laboratorium hidup bagi civitas academica untuk belajar, meneliti, dan melahirkan inovasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Atasi Masalah Air Bersih, Dosen Teknik Sipil USM Dampingi Desain Bangunan Intake di Desa Kalikayen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement