Politik Jateng

DPRD Jateng Dok Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Tembus Rp 23,7 Triliun  

BERITASEMARANG.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Berlian, Rabu (8/7/2026).

​Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jateng, Sumanto, diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng, HM. Iskhak.

​Mendengar laporan tersebut, seluruh Anggota Dewan yang hadir menyatakan setuju. Sumanto kemudian mengetok palu sidang sebagai tanda sahnya keputusan bersama tersebut, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan jajaran Pimpinan DPRD Jateng, yakni Sumanto beserta tiga Wakil Ketua DPRD, Heri Pudyatmoko, Mohammad Saleh, dan Setya Arinugraha.

​Dalam pendapat akhir yang disampaikan di hadapan forum, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membeberkan postur riil realisasi anggaran sepanjang tahun 2025.

​Ahmad Luthfi memaparkan bahwa Pendapatan Daerah Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 23,761 triliun, sedangkan untuk Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp 23,871 triliun. Lebih lanjut, Pembiayaan Netto tercatat sebesar Rp 577,04 miliar, yang menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 467,18 miliar.

Wajah Baru Stasiun Tawang: Menjaga Sejarah, Memacu Ekonomi Semarang

​Usai rapat paripurna, Gubernur Ahmad Luthfi yang didampingi oleh Ketua DPRD Sumanto dan Wakil Gubernur Taj Yasin menjelaskan tantangan finansial yang dihadapi Jawa Tengah saat ini. Meski ruang fiskal terbilang ketat, Pemprov Jateng berkomitmen penuh agar roda pembangunan daerah tidak boleh mandek.

​“Di tengah keterbatasan fiskal, Jateng berupaya untuk tetap menjalankan pembangunan di daerah. Untuk itu, proyeksi ke depan perlu adanya investasi ke daerah,” ujar Ahmad Luthfi kepada awak media.

​Sebagai langkah konkret untuk memicu pertumbuhan ekonomi baru dan menarik investor masuk, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menggenjot sektor manufaktur di wilayahnya. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membangun 12 kawasan industri di Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement