BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota Semarang memperketat sistem pengamanan berlapis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau 2026. Langkah mitigasi dini ini diambil menyusul prediksi BMKG bahwa kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang hingga Oktober, yang meningkatkan risiko kerawanan gas metana di tumpukan sampah.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama berkaca dari pengalaman kebakaran tahun-tahun sebelumnya.
”Kita tidak boleh menunggu api muncul baru bergerak. Pengalaman lalu menjadi pelajaran bahwa mitigasi jauh lebih penting daripada pemadaman,” ujar Handi saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran TPA Jatibarang, Kamis (9/7/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemkot Semarang telah membentuk Satgas Terpadu yang melibatkan lintas sektor, mulai dari:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
- Dinas Pemadam Kebakaran & BPBD
- Satpol PP & Dinas Kesehatan
- Dukungan penuh dari TNI dan Polri
Strategi Pencegahan di Lapangan
Untuk memastikan kawasan TPA tetap aman, Pemkot menerapkan tiga strategi utama:
- Pendinginan Berkala: Armada Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan rutin di area-area rawan guna menurunkan suhu tumpukan sampah.
- Posko Siaga On-Call: Menyiapkan respons cepat darurat dari unit pemadam terdekat.
- Aturan Ketat Zona Steril Api: Melarang keras petugas, pemulung, maupun pengunjung membawa rokok, korek api, atau melakukan pembakaran terbuka di area TPA.
Handi mengingatkan bahwa menjaga keamanan TPA Jatibarang adalah tanggung jawab bersama demi memastikan pelayanan persampahan dan kesehatan masyarakat tidak terganggu. Pengawasan ketat akan dilakukan secara konsisten setiap hari selama musim kemarau. (Humas Pemkot Semarang)

Komentar