BERITASEMARANG.ID — Tim peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program IndoDairy 2 menghadirkan inovasi sistem penyediaan air minum otomatis (ad libitum) untuk sapi perah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Program yang didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini bertujuan meningkatkan produktivitas susu dan kesejahteraan peternak rakyat melalui penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP).
Sebelumnya, sekitar 70% peternak di Boyolali tidak memiliki penampung air minum khusus dan mengandalkan “sistem komboran” (mencampur air dengan pakan konsentrat). Melalui kolaborasi dengan KUD Mojosongo dan KUD Musuk, sistem air minum otomatis ini kini telah dipasang di puluhan peternakan percontohan dan binaan agar sapi dapat minum kapan saja tanpa perlu pengisian manual.
Teknologi Sederhana Tanpa Listrik
Inovasi rancangan Edi Prayitno, S.Pt., M.Si. ini dirancang adaptif untuk kandang rakyat dengan prinsip kerja yang sepenuhnya mekanis:
-. Prinsip Kerja: Memanfaatkan kesetimbangan fluida lewat mekanisme floating valve (katup pelampung). Katup akan terbuka otomatis saat air menyusut dan menutup saat volume air kembali ke batas ideal.
-. Keunggulan: Bebas sensor elektronik, tanpa mikrokontroler, tidak memerlukan daya listrik, murah, dan tahan terhadap kondisi kandang yang lembap.
Menurut Project Leader IndoDairy UNDIP, Drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., pendampingan tidak hanya berupa penyediaan fasilitas, melainkan berlanjut hingga 18 bulan mencakup manajemen pakan, budidaya, hingga pencatatan produksi.
Ketua KUD Mojosongo, Heni Prihatinningsih, mengungkapkan bahwa hasil awal dari penerapan sistem ini sangat memuaskan:
-. Kesehatan Ternak Meningkat: Kondisi fisik sapi tampak lebih sehat dengan bulu yang lebih halus dan mengilap.
-. Kenaikan Produksi Susu: Terjadi peningkatan kualitas dan volume produksi susu hingga sekitar 1 liter per ekor per hari.
-. Efisiensi Waktu: Peternak menghemat tenaga karena tidak perlu lagi menyediakan air minum secara manual berulang kali.
Inovasi tepat guna ini membuktikan bahwa teknologi tidak harus rumit atau mahal untuk bisa memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan kesejahteraan peternak sapi perah rakyat di Indonesia.

Komentar