BERITASEMARANG.ID — Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memvalidasi buku cerita rakyat pencegah intoleransi bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Validasi digelar di Kantor BNPT, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7).
Penelitian yang didanai Kementerian Agama melalui program MORA Air Fund ini diketuai oleh Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Ag., bersama Dr. Citra Rizky Lestari, M.Pd. Riset ini menghasilkan dua produk utama, yakni buku cerita rakyat “Tutur Harmoni Nusantara” dan buku panduan model “Tutur Bijak Nusantara”.
”Kami mengemas ulang narasi cerita rakyat agar memuat pesan perdamaian, keterbukaan, dan toleransi yang mudah dicerna siswa sekolah dasar,” ujar Ketua Tim Peneliti UIN Walisongo, Prof. Syamsul Ma’arif.
Perwakilan BNPT RI, Teuku Fauzansyah, S.S., menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, rekonstruksi cerita rakyat merupakan pendekatan persuasif (soft approach) yang efektif untuk membendung potensi sikap intoleran sejak usia dini.
”Upaya memitigasi intoleransi harus dilakukan secara kolektif dan menyasar akar pendidikan. Kami berharap sekolah-sekolah memanfaatkan buku ini sebagai panduan,” tegas Fauzan.
Buku ini diharapkan segera terdistribusi luas, baik melalui jalur lembaga pendidikan maupun kebudayaan, sebagai bahan ajar pendukung yang adaptif bagi para pendidik MI.

Komentar