BERITASEMARANG.ID — Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa barunya, Adriano Jeconia Padama. Berkat aksi beraninya menyuarakan aspirasi dan kondisi krisis air bersih serta pangan masyarakat Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) di hadapan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Hubungan Internasional ini diganjar hadiah beasiswa double degree ke Inggris.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam Jumpa Pers bersama Adriano Jeconia dan Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, di Ruang Sidang Rektor Kampus UNDIP Tembalang, Senin (10/8/2026).
Rektor UNDIP mengungkapkan, ketulusan dan keberanian Adriano saat berbicara di hadapan 5.000 mahasiswa baru serta jajaran pejabat publik sangat menginspirasi. Adriano tidak menyuarakan kepentingan pribadi, melainkan nasib 300 ribu warga Alor yang kerap kesulitan pasokan pangan dan air bersih saat musim badai.
”Ini cermin mahasiswa yang bermartabat dan bermanfaat. Mas Adriano mengekspresikan kegelisahan masyarakatnya dengan data yang sangat akurat. Sebagai bentuk apresiasi, UNDIP berkomitmen mengawal pendidikan Mas Adriano. Setelah lulus S1 nanti, kami siapkan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 double degree Magister Administrasi Publik di UNDIP dan Sheffield Hallam University, Inggris,” tegas Prof. Suharnomo.
Sikap kritis Adriano sebelumnya langsung direspons cepat oleh Menteri Pertanian RI dan jajaran Perum BULOG. Adriano diajak turun langsung ke desa terpencil di balik pegunungan Alor untuk meninjau lokasi, menyalurkan bantuan bibit padi, kelapa muda, serta mesin pompa air guna mendukung kemandirian petani lokal.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi BULOG untuk memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga beras, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
”Ini menjadi momentum berharga bagi kami di BULOG untuk memastikan tidak ada lagi harga beras melambung tinggi, khususnya bagi saudara-saudara kita di daerah terisolasi. Hari ini kami tempatkan kembali Mas Adriano agar bisa melanjutkan rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru,” ujar Sri Muniati.
Sementara itu, Adriano Jeconia Padama mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian besar yang diberikan pemerintah dan kampus tempatnya bernaung.
”Masyarakat di sana sebenarnya punya daya tahan, tetapi mereka tidak memiliki pasokan air. Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Pak Mentan memberikan bantuan pompa air dan bibit. Saya berharap stabilitas pangan dan air bersih ini berkelanjutan untuk memangkas angka kemiskinan di daerah kami,” tutur Adriano.
Tak berhenti pada beasiswa, UNDIP juga menyiapkan solusi teknologi konkret untuk mengatasi krisis air di Alor. UNDIP berencana menyerahkan unit mobil water treatment berbasis teknologi pengolahan air laut/payau menjadi air siap minum (desalinasi) yang telah teruji di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, UNDIP juga akan mendorong potensi pariwisata Alor melalui penelitian fenomena alam unik “Aladin” (Air Laut Dingin) karya peneliti UNDIP, Prof. Anindya Wira Satria. Fenomena langka tersebut rencananya akan diangkat dalam Festival Aladin pada 12–13 September 2026 mendatang untuk mendongkrak perekonomian warga lokal.

Komentar