BERITASEMARANG.ID – Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Utama PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya, Semarang, Senin (17/8/2026). Ratusan pegawai bersama jajaran Direksi dan Dewan Pengawas menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengenakan beragam pakaian adat Nusantara, mulai dari busana khas Jawa, Kalimantan, hingga Sumatera.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Dr. Ady Setiawan, menyampaikan bahwa penggunaan baju adat ini sengaja diusung untuk memupuk semangat nasionalisme dan keberagaman di tubuh instansi.
”Untuk meningkatkan rasa kebersamaan, nasionalisme, serta keharmonisan, kita menggunakan pakaian adat Nusantara. Apapun perbedaan yang ada, kita tetap satu, Indonesia Raya!” ujar pria yang akrab disapa Wawan tersebut.
Tak sekadar perayaan seremonial, momen kemerdekaan ini dimanfaatkan PDAM Tirta Moedal untuk menegaskan komitmen pelayanan suplai air bersih secara maksimal bagi masyarakat Kota Semarang. Wawan menegaskan pentingnya mewujudkan kemerdekaan riil bagi seluruh pelanggan air minum di Ibu Kota Jawa Tengah.
”Kami ingin memberikan pelayanan terbaik dan sempurna kepada masyarakat. Kita harus Merdeka dari kebocoran air, Merdeka dari air keruh, Merdeka dari kekurangan air, dan Merdeka dari air tidak ngalir,” tegasnya.
Menghadapi tantangan musim kemarau, PDAM Tirta Moedal memastikan stok pasokan air baku tetap aman dan terdistribusi dengan baik melalui pengawasan ketat serta pengolahan rutin.
Untuk menjaga keandalan pasokan, pihak pengelola juga meluncurkan program Tirta Moedal Water Treatment Field Trip guna memantau langsung infrastruktur pengolahan air di berbagai titik strategis.
”Pertama kita lakukan di Pucang Gading untuk mengecek ketersediaan dan konsep yang akan dikembangkan. Selanjutnya kita menyisir instalasi di Kudu, Pudak Payung, dan sumber-sumber lainnya. Sampai saat ini pasokan air masih dalam kondisi aman,” pungkas Wawan.

Komentar