Pendidikan Semarang

​Tim RECULA Undip Gagas Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi dan Bawa Solusi hingga Akar Rumput  

BERITASEMARANG.ID – Persoalan sampah perkotaan yang kian mendesak mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melahirkan terobosan baru bernama RECULA. Mengusung gagasan “Inovasi Sistem Kawasan Pengolahan Sampah Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dan Valorisasi sebagai Tahapan Menuju Kemandirian Energi Indonesia 2045”, program Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) ini hadir untuk mengubah tantangan limbah menjadi peluang energi dan nilai ekonomi.

​Nama RECULA diambil dari gabungan kata dalam bahasa Prancis “reculer” yang bermakna mundur—sebuah simbol untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang telah rusak ke keadaan yang lebih baik—serta kata “recovery” dalam bahasa Inggris yang merepresentasikan upaya pemulihan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

​Tim lintas disiplin ini diketuai oleh Naurah Safa Labibah (Ilmu Komunikasi/FISIP) bersama anggota Muhammad Rafly Andika Putra (Ilmu Komunikasi/FISIP), Aulia Keyla Chairunissa (Ilmu Komunikasi/FISIP), Faishal Rahman Irawan (Teknik Lingkungan/FT), dan Loisa Margaret Ambarita (Kimia/FSM), dengan bimbingan dari dosen pendamping Yohanes Thianika Budiarsa, S.I.Kom., MGMC.

​Guna memastikan gagasan ini tidak berhenti sebagai wacana akademis, Tim RECULA aktif menggelar serangkaian audiensi dan komunikasi intensif bersama instansi pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Audiensi ini dilakukan untuk memperkenalkan konsep pengolahan sampah dari hulu ke hilir sekaligus menjaring dukungan nyata dari para pemangku kepentingan.

​Langkah ini mendapat apresiasi positif dari instansi terkait, di antaranya:

Garuda Tambah Penerbangan dan Diskon Tiket untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

-. ​Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah: Krisandi AP, S.Si. menilai desain sistem dan regulasi mesin RECULA canggih serta sangat potensial untuk dikolaborasikan dengan industri, khususnya pada wilayah perkotaan (Lihat Tanggapan DLHK Jateng).

-. ​Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang: Alridho Deska Briandoko, S.H., M.Psi., C.GRCM. menyambut hangat gagasan ini. Menurutnya, RECULA menawarkan pendekatan yang solutif karena mengintegrasikan manfaat lingkungan, sosial, dan potensi ekonomi yang sejalan dengan target daerah (Lihat Tanggapan DLH Kota Semarang).

-. ​UPTD TPA Jatibarang: Arya Bimasakti, S.T. menyoroti keselarasan inovasi RECULA dengan kebijakan pengurangan sampah ke TPA dan Perpres No. 109/2025 tentang konversi sampah menjadi energi (Lihat Tanggapan TPA Jatibarang).

-. ​Pemerintah Lokal & Masyarakat: Lurah Kedungpane, Ananta Budhi Baktiar, S.Sos., beserta Ketua RT 04 RW 05 Kelurahan Kedungpane, Bu Riana Susi Susana, turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif pemilahan sampah yang dinilai dapat langsung dirasakan manfaat ekonominya oleh kas warga (Lihat Tanggapan Kelurahan Kedungpane | Lihat Tanggapan RT 04).

-. ​Sektor Pendidikan Vokasi (SMKN 4 Semarang): Para Kepala Jurusan Teknik Mesin (Isa Ismail, S.Pd.), Teknik Ketenagalistrikan (Irawan Hartanto, S.Pd.), dan Teknik Elektronika (Synarko, S.Pd.) mengapresiasi tinggi fokus RECULA yang juga menyasar pengolahan sampah sungai yang selama ini kurang tersentuh, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru (Tanggapan Teknik Mesin | Tanggapan Ketenagalistrikan | Tanggapan Elektronika).

Sambut Peserta MTQ Nasional, Semarak Keberagaman FKL 2026 Diperpanjang   

​Melalui publikasi ini, Tim RECULA berharap dapat terus memberikan edukasi kepada publik agar masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai beban limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement