BERITASEMARANG.ID — Suasana Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip) bergemuruh saat ribuan mahasiswa menyambut acara penerimaan kembali dan Gelar Karya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (21/8/2026). Di tengah kemeriahan pameran inovasi, orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ketua Umum IKA Undip sekaligus Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, menjadi sorotan utama yang membakar semangat para mahasiswa.
Mengawali kuliah umumnya, Karding membagikan kenangan personal saat menjalani KKN di Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Pengalaman di desa terpencil tanpa penerangan listrik kala itu membuka matanya atas realitas sosial masyarakat desa—mulai dari potret kemiskinan hingga tradisi kebersamaan warga setempat.
”Saya pernah betul-betul merasa sedih dan rasanya ingin memberontak. Menjelang kepulangan KKN, ada kejadian atap sekolah dasar di desa itu rubuh dan menimpa seorang anak hingga meninggal dunia. Peristiwa pahit itulah yang mendorong saya menjadi aktivis dan makin bersemangat memperjuangkan masyarakat,” kenang Karding di hadapan peserta KKN.
Di hadapan sekitar 9300 mahasiswa KKN Undip yang baru saja menyelesaikan masa pengabdian di berbagai desa dan kecamatan di Jawa Tengah, Karding menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan. Kehadiran ratusan mahasiswa di lapangan dipandang sebagai energi baru dan potensi inovasi yang mampu mendorong kemajuan daerah.
Ia mengimbau para mahasiswa untuk tidak menunda niat membawa perubahan positif. Menurutnya, berkontribusi bagi masyarakat tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat, direktur, atau tokoh besar.
”Jangan pernah menunggu Anda jadi pejabat baru mau berdampak. Mengajar anak-anak membaca, mendampingi UMKM mengakses permodalan, itu semua adalah dampak nyata. Jangan hanya mengejar ijazah atau sertifikat, tapi kejar dampak keberadaan Anda di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Karding mengingatkan bahwa di era digital, penguasaan teknologi dan analisis data statistik memang penting, namun nilai-nilai utama seperti integritas, empati, serta kepedulian sosial jauh lebih berharga dan tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.
”Desa-desa tempat kalian KKN adalah kampus kehidupan yang sebenarnya. Di sana kalian belajar mendengar, memimpin, dan menyatukan perbedaan. Pembelajaran itu menjadi modal utama untuk tumbuh menjadi pimpinan yang berintegritas dan bernilai bagi bangsa,” pungkasnya.
Acara penutupan KKN Tim II Undip ini diakhiri dengan peninjauan stan Gelar Karya Mahasiswa yang menampilkan beragam produk program kerja unggulan, mulai dari digitalisasi desa, pendampingan UMKM, hingga inovasi teknologi tepat guna hasil karya mahasiswa selama di lokasi KKN.

Komentar