BERITASEMARANG.ID — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmennya dalam merawat toleransi dengan mendatangi tiga rumah ibadah lintas agama—Katolik, Kristen, dan Islam—dalam satu hari pada Selasa (25/8). Safari keagamaan ini menjadi simbol kuat bahwa Semarang adalah kota yang ramah, inklusif, dan penuh kedamaian.
Rangkaian kunjungan diawali dari kegiatan Funwalk HUT ke-58 Paroki Gereja St. Theresia Bongsari, dilanjutkan ke Festival Paduan Suara Gerejawi di GKJ Semarang Timur, dan diakhiri pada Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Semarang (Kauman). Dalam setiap kesempatan, Agustina mengapresiasi tingginya rasa persaudaraan dan kebersamaan warga.
”Saya melihat kekuatan paduan suara ada pada harmoni. Setiap karakter suara saling melengkapi hingga tercipta alunan indah. Begitu pula Semarang, keberagaman yang dirawat dengan inklusivitas melahirkan harmoni kota yang kuat,” ujar Agustina.
Selain menggalang nilai kerukunan, kunjungan ini juga diwarnai aksi kemanusiaan. Pemerintah Kota Semarang menyalurkan donasi sebesar Rp156 juta melalui gerakan “Kota Semarang Peduli” untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menutup safarinya, Agustina memaparkan bahwa persiapan Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI telah mencapai 80 persen. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut sekitar 8.000 hingga 11.000 tamu kafilah se-Indonesia dengan kehangatan dan keramahtamahan khas warga Kota Atlas.

Komentar