Pendidikan Semarang

Menteri Agama Ungkap Mukjizat Al-Qur’an: Kitab yang Tak Pernah Kehilangan Pembacanya

BERITASEMARANG.ID – Al-Qur’an menjadi satu-satunya kitab yang terus dibaca, dipelajari, dihafalkan, dan diwariskan lintas generasi tanpa kehilangan daya tariknya. Keistimewaan tersebut disebut menjadi salah satu bukti kemukjizatan Al-Qur’an yang tetap relevan hingga kini.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nazaruddin Umar, saat memberikan tausiah dalam acara Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Qur’an se-Jawa Tengah yang digelar di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Di hadapan ribuan penghafal dan pecinta Al-Qur’an dari berbagai wilayah Jawa Tengah, Nazaruddin Umar mengajak umat untuk tidak hanya memandang Al-Qur’an sebagai sebuah kitab yang dibaca, tetapi juga memahami kedalaman makna dan kedudukannya sebagai kalam Allah.

Menurutnya, salah satu keistimewaan Al-Qur’an dapat dilihat dari kemampuannya untuk terus hidup di tengah masyarakat. Al-Qur’an tidak pernah kehilangan pembaca, bahkan terus dipelajari oleh manusia dari berbagai latar belakang dan generasi.

“Rahasia yang paling laris dan tidak bisa disaingi oleh penerbitan yang lain, oleh buku apa pun juga, ternyata adalah Al-Qur’an,” ujar Nazaruddin dalam tausiah tersebut.

Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya dan Penggerak Ekonomi Warga

Ia kemudian menjelaskan adanya perbedaan pemaknaan antara Al-Qur’an sebagai kalam Allah dan Al-Qur’an sebagai kitab Allah. Sebagai kitab Allah, Al-Qur’an telah diturunkan kepada umat manusia sehingga dapat dibaca, dipelajari dan diamalkan oleh siapa pun.

Sementara pemahaman mengenai Al-Qur’an sebagai kalam Allah mengarah pada dimensi ketuhanan yang jauh lebih dalam, yang tidak sekadar menyangkut teks yang berada dalam bentuk kitab.

Nazaruddin mencontohkan pembukaan Surat Al-Baqarah, “Alif Lam Mim”, yang menurutnya menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki lapisan makna yang tidak selalu dapat dijangkau hanya dengan kemampuan membaca teks.

Karena itu, keberadaan para ahli Al-Qur’an, hafiz dan hafizah, menurutnya memiliki posisi penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian acara sejak pagi hingga siang hari. Para peserta tetap bertahan dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Bantuan Pangan Solo Raya Cair 3 Bulan Sekaligus, Program Resmi Diperpanjang Hingga Desember 2026

“Kalau yang ahli Al-Qur’an yang ada di sini bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an sebagai kitabullah, tetapi insyaallah juga mampu memahami lebih dalam,” katanya.

Kegiatan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Qur’an se-Jawa Tengah merupakan agenda yang mempertemukan para pecinta Al-Qur’an dari berbagai daerah.

Ketua Umum PW JQH NU Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Ali Imron Hasan, S.Ag., S.H., M.Ag., AH, dalam laporan panitia mengatakan kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar pada 2023 di Keraton Solo dan pada 2024 di Pondok Pesantren Darussalam Bergas, Kabupaten Semarang.

“Ini merupakan yang ketiga,” kata Ali Imron.

Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat gerakan Al-Qur’an di Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan kepengurusan JQH NU Jawa Tengah, yang dilakukan oleh Ketua Umum JQH, KH Saifullah Ma’shum.

Cara Unik Pemprov Jateng Gaungkan MTQ XXXI  

Sementara itu, Rektor Unissula yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. M. Abdul Basir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Unissula sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan para ahlul Qur’an tersebut.

Ia menegaskan bahwa Unissula memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan bagi para penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, hingga saat ini lebih dari 1.300 mahasiswa menempuh pendidikan tinggi di Unissula melalui program beasiswa hafiz Al-Qur’an.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani.

“Bagi kami, mahasiswa penghafal Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban Islam untuk melahirkan calon ulama, ilmuwan, profesional dan pemimpin masa depan yang tidak hanya kompetitif tetapi juga berkarakter Qur’an,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Ali Mufiz, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Prof. Dr. Bambang Triwibowo, S.H., jajaran PW JQH NU Jawa Tengah, pimpinan Unissula, para ulama, masyayikh, serta para ahli Al-Qur’an dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semangat menyambut MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Jawa Tengah.

Melalui pertemuan para ahlul Qur’an tersebut, Jawa Tengah diharapkan tidak hanya sukses menjadi tuan rumah ajang MTQ Nasional, tetapi juga mampu menjaga gerakan mencintai, membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah bahwa kemukjizatan Al-Qur’an tidak hanya terletak pada teksnya, tetapi juga pada kemampuannya untuk terus hidup dalam hati dan kehidupan manusia dari generasi ke generasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement