BERITASEMARANG.ID — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jawa Tengah menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus inovasi baru. Semarang, yang menjadi saksi sejarah masuknya seni lukis Islami pada MTQ XI 1979 silam, kini kembali menggelar kompetisi seni kaligrafi dengan terobosan anyar, cabang kaligrafi digital.
Direktur Lembaga Kaligrafi Al Quran (Lemka), KH Didin Sirojuddin AR, menyampaikan bahwa ratusan peserta dari berbagai provinsi berlaga di lima golongan, yaitu naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital. Khusus cabang digital, peserta melukis dan menulis ayat Al-Qur’an menggunakan perangkat komputer. Kendati teknologi berkembang, ketepatan kaidah huruf dan keindahan hiasan tetap menjadi prioritas utama penilaian.
”Karya dibuat langsung di lokasi untuk menjamin orisinalitas. Seluruh hasil karya peserta nantinya dipamerkan dalam agenda dialog kaligrafi pada 16 September 2026,” jelas Didin.
Momentum MTQ XXXI ini juga mempertegas pesan toleransi di Jawa Tengah. Dukungan lintas elemen masyarakat, termasuk dari kalangan nonmuslim, memperlihatkan bahwa keindahan seni kaligrafi dinikmati secara universal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan umat Islam, melainkan milik seluruh masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak menjadi wujud nyata nilai rahmatan lil ‘alamin dan semangat persatuan yang dipancarkan dari Jawa Tengah untuk Indonesia.

Komentar