BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi meresmikan penggunaan Unit Pengering Rumput Laut Surya-Biomassa dengan Dehumidifikasi Udara di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Rabu (16/9/2026).
Inovasi yang digagas oleh tim peneliti Fakultas Teknik UNDIP pimpinan Prof. Dr. Moh Djaeni ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengolahan rumput laut di kawasan pesisir Pantura.
Selama ini, petani di Brebes mengandalkan metode penjemuran manual di pinggir jalan atau kawasan tambak yang memakan waktu hingga 18 jam. Metode konvensional tersebut rawan menurunkan kualitas akibat kontaminasi debu dan kotoran.
Lewat teknologi baru berkapasitas 2.000 kilogram ini, durasi pengeringan pangkas drastis menjadi 8 jam saja sekaligus menghasilkan produk yang jauh lebih higienis.
Alat pengering tertutup ini menggabungkan energi surya dan biomassa, didukung adsorber zeolit untuk menurunkan kelembapan udara.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan komitmen kampus dalam mendorong hilirisasi riset demi meningkatkan nilai tambah produk lokal dan mengurangi ketergantungan impor.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan KKP RI, Pemkab Brebes, Unwahas, dan PT Mutiara Global Industry ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan gizi lewat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) untuk mendukung pencegahan stunting di daerah pesisir.

Komentar