BERITASEMARANG.ID — Pemerintah dan PT PLN (Persero) memastikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang tidak akan merusak situs cagar budaya Candi Gedongsongo serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa penentuan titik pengeboran saat ini masih dalam tahap studi geologi, geofisika, dan geokimia. Pihaknya menjamin proses penentuan lokasi fasilitas produksi dilakukan secara ketat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Model pengembangannya dipastikan bakal meniru keberhasilan PLTP Dieng yang terbukti beroperasi aman tanpa mengganggu Kawasan Candi Arjuna.
Senada dengan hal tersebut, Executive Vice President Management Geothermal PT PLN, John Yudi Steve Rembet, menyebutkan perimeter lokasi proyek dirancang berjarak minimal lebih dari dua kilometer dari kompleks cagar budaya. Jarak aman ini disiapkan agar kegiatan pariwisata maupun keutuhan bangunan Candi Gedongsongo tetap terjaga sepenuhnya.
Di sisi lain, respons kritis datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah. Direktur Walhi Jateng, Fahmi Bastian, mengingatkan pemerintah untuk mengkaji ulang urgensi proyek berkapasitas 55 MW dengan investasi Rp5,7 triliun tersebut.
Walhi menilai pasokan energi di Jateng masih mencukupi dan menyoroti potensi risiko lingkungan, seperti perubahan fungsi tutupan lahan hutan, penggunaan air, hingga potensi kebencanaan di kawasan pegunungan.

Komentar