BERITASEMARANG.ID – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendorong mahasiswa baru tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun global mindset dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, M.H. dalam kuliah perdana Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POEMA) Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti 3.727 mahasiswa baru dari berbagai program studi di Balairung kampus, baru-baru ini.
Sapto menegaskan, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
“Prestasi adalah sebuah kebanggaan, tetapi dampak adalah sebuah pertanggungjawaban,” tegas Sapto.
Menurutnya, kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Sebab, belum semua anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Memilih Universitas PGRI Semarang adalah sebuah keputusan yang tepat bagi saudara untuk merintis karier di masa depan,” ujarnya.
Sapto mengatakan, UPGRIS saat ini telah meraih akreditasi unggul serta berbagai pengakuan dan capaian di tingkat regional maupun internasional. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka maupun penghargaan.
Sebaliknya, berbagai capaian tersebut harus menjadi modal untuk mendorong mahasiswa menghasilkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan sekitar empat tahun mendatang, mahasiswa baru UPGRIS tidak hanya sukses untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Pendidikan bukan sekadar tentang mencetak manusia yang pintar. Pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang mampu menggunakan potensinya untuk menghadirkan kebaikan dan perubahan bagi kehidupan,” katanya.
Dorong Mahasiswa Punya Pengalaman Internasional
Dalam kesempatan tersebut, Sapto juga mendorong mahasiswa UPGRIS memiliki wawasan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Menurut dia, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap Pancasila, nilai kebangsaan, kemanusiaan, serta kepatuhan terhadap hukum.
“Mahasiswa perlu memiliki wawasan global dengan tetap berpijak pada Pancasila, nilai kebangsaan, kemanusiaan, serta taat terhadap hukum,” ucapnya.
Untuk membangun global mindset tersebut, UPGRIS menyiapkan berbagai program yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman internasional selama menjalani pendidikan.
Sejumlah program yang dapat diikuti mahasiswa antara lain experiential learning, HKN dan PPL internasional, city trip, international class, hingga visiting professor dengan menghadirkan akademisi dari berbagai negara.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman, wawasan, serta jejaring mahasiswa sehingga mereka tidak hanya siap menghadapi dunia kerja di tingkat nasional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan global.
Dengan demikian, masa perkuliahan di UPGRIS diharapkan tidak sekadar menjadi perjalanan untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa didorong tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, berwawasan global, dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Komentar