BERITASEMARANG.ID — Masalah kawin sedarah (inbreeding) yang memicu penurunan kualitas ternak sapi di kawasan transmigrasi SP 2 Senggi, Kabupaten Keerom, kini menemui titik terang.
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) menggandeng warga setempat untuk mentransformasikan wilayah tersebut menjadi pusat pembibitan sapi unggul.
Langkah ini diawali dengan penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) serta pembangunan kandang komunal berkonsep mini ranch.
Melalui Focus Group Discussion (FGD), dibentuk kelompok perintis “PATRIOT PERINTIS” yang dimotori oleh lima peternak lokal sebagai penggerak utama keberlanjutan program.
“Lima orang inilah yang menjadi awal untuk belajar dan berkembang bersama. Mari kita kerja bersama,” ujar Hariyanto, koordinator kelompok PATRIOT PERINTIS.
Program ini mengusung konsep pertanian berkelanjutan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture), mengintegrasikan pemeliharaan sapi, budidaya pakan lokal teruji, pengolahan limbah kompos, dan penggunaan biochar.
Ketua TEP UNDIP Tim 3, Ir. Daud Samsudewa, Ph.D., optimistis Senggi dapat tumbuh menjadi sentra bibit sapi utama di Keerom sekaligus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

Komentar