Otomotif Semarang

Wuling Air EV Makin Diminati di Jateng, Anak Muda hingga Keluarga Jadi Konsumen

BERITASEMARANG.ID – Mobil listrik Wuling Air EV semakin mendapat perhatian masyarakat Jawa Tengah. Tak hanya konsumen perkotaan, kendaraan listrik mungil tersebut mulai diminati anak muda, keluarga muda hingga orang tua yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Regional Sales Senior Manager Wuling Motors, Noor Fazrur Rahman Ridlo, mengatakan hingga saat ini penjualan kendaraan listrik Wuling di Jawa Tengah telah mencapai sekitar 300 unit. Dari jumlah tersebut, varian dengan jarak tempuh lebih jauh atau long range menjadi pilihan mayoritas konsumen.

“Sekarang sudah sekitar 300-an unit yang masuk di Jawa Tengah. Kebetulan yang long range sekitar 80 persen, bahkan bisa sampai 90 persen,” ujar Noor saat ditemui dalam ajang GIIAS Semarang di Muladi Dome Semarang, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, profil konsumen Air EV di Jawa Tengah juga semakin beragam. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan konsumen tertentu, kini minat mulai tumbuh dari kelompok usia 30-an hingga keluarga muda.

“Sekarang anak muda umur 30-an sudah mulai banyak. Kemudian orang tua yang ingin membelikan anaknya atau digunakan sehari-hari untuk mengantar anak sekolah. Jadi sebenarnya profil konsumennya cukup lebar,” jelasnya.

Perluas Jaringan Distribusi, BULOG Pasok Beras Murah ke 1.985 Koperasi Desa

Noor menambahkan, sebagian konsumen bahkan menjadikan Air EV sebagai kendaraan pertama setelah sebelumnya menggunakan mobil di segmen LCGC.

“Keluarga muda juga banyak yang membeli sebagai mobil pertama. Kalau dulu biasanya membeli LCGC, sekarang sudah mulai beralih ke Air EV,” katanya.

Wuling juga menawarkan kemudahan bagi konsumen yang ingin melakukan pembelian selama gelaran GIIAS Semarang. Konsumen yang melakukan pelunasan dan proses administrasi dapat langsung membawa unit pulang selama stok tersedia.

Sementara bagi konsumen yang memilih skema kredit, Wuling menyediakan dukungan melalui partner pembiayaan, termasuk Wuling Finance.

“Kalau lunas hari ini, bisa langsung bawa pulang hari ini juga. Untuk kredit, kami juga sudah menyediakan partner leasing. Jadi prosesnya bisa dilakukan di sini, PO bisa langsung keluar dan unit juga bisa langsung dikeluarkan, tentunya selama stok tersedia,” terang Noor.

Atlet Jateng Jadi Tumpuan Indonesia Berburu Emas di Asian Para Games 2026  

Untuk kelengkapan administrasi kendaraan, konsumen tidak perlu menunggu seluruh dokumen selesai untuk dapat menggunakan kendaraan. Wuling menyiapkan pelat nomor sementara, sementara STNK dan BPKB akan menyusul sesuai proses administrasi.

Dari sisi pengisian daya, Wuling juga mengedepankan konsep easy home charging. Konsumen mendapatkan charging gun yang dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan di rumah.

Bagi konsumen yang membutuhkan pengisian daya menggunakan wall charger AC, Wuling juga menyediakan pilihan tersebut dengan biaya tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan instalasi listrik di rumah.

“Kalau memang perlu wall charging AC, kami juga menyediakan. Tambahannya kisaran Rp7,5 juta sampai Rp15 juta, tergantung kondisi meteran listrik, apakah cukup atau perlu penambahan daya,” jelasnya.

Noor mengatakan kemudahan pengisian daya di rumah menjadi salah satu faktor yang mendukung penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari.

Peringati Pertempuran Lima Hari di Tugu Muda, Wali Kota Semarang Agustina Ajak Warga Rawat Sejarah Kota  

Harga Mulai Rp161 Juta

Di Semarang, Wuling Air EV ditawarkan dengan harga on the road (OTR) mulai sekitar Rp161 juta untuk varian standar. Sementara varian long range berada di kisaran Rp180 juta.

Air EV hadir dengan konsep kendaraan listrik kompak yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Ukurannya yang ringkas membuatnya praktis digunakan untuk aktivitas harian, sementara interior dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.

Kendaraan ini juga menawarkan konektivitas dan teknologi yang mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

“Untuk Jawa Tengah sendiri, saat ini memang masih didominasi Air EV dan Darion. Karena stok Darion masih terbatas, kontribusinya sekarang sekitar 30 persen. Ke depan kami proyeksikan bisa mencapai 40 sampai 50 persen,” kata Noor.

Kehadiran berbagai pilihan kendaraan listrik tersebut menunjukkan pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah mulai berkembang, dengan konsumen yang semakin beragam dan kebutuhan mobilitas yang tidak lagi hanya berorientasi pada kendaraan konvensional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement