BERITASEMARANG.ID — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) berkolaborasi dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) meluncurkan inovasi beras pratanak (parboiled rice) sehat berlabel Q-Tha.
Beras rendah indeks glikemik (Low Glycemic Index/LGI) ini hadir sebagai solusi atas tantangan kelangkaan pupuk dan tingginya biaya produksi yang kerap menjerat para petani.
Melalui proses perendaman, pengukusan suhu tinggi, dan pengeringan gabah basah, nutrisi alami dari kulit padi seperti vitamin B, zat besi, dan kalsium terdorong masuk ke dalam biji beras.
Metode ini juga melarutkan residu kimia sintetis, sehingga menghasilkan beras yang kaya nutrisi, aman bagi penderita diabetes, serta memiliki daya simpan lebih lama dengan tekstur tidak lengket.
Pembina SPPQT, Bahruddin, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas gizi beras ini secara otomatis menaikkan nilai jual dan mengungkit harga dasar gabah di tingkat petani.
Pendampingan FPIK UNDIP yang dimotori Prof. Dr. Ir. Nur Taufiq-Spj juga berfokus pada keberlanjutan usaha melalui pendirian PT Agro Tekno Lestari sebagai wadah holding company.
Inisiatif berbasis green and blue farming ini turut mendokumentasikan produk unggulan lain seperti nila saline dan gula LGI. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penciptaan lapangan kerja layak serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Komentar