BERITASEMARANG.ID – Pemerintah bergerak cepat mengatasi ancaman abrasi dan banjir rob di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan penanaman mangrove berbasis inovasi HexBricks di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026).
Langkah ini menerapkan konsep Nature-Based Solutions (NbS) guna melindungi pesisir Pantura Jateng yang membentang sepanjang 651 kilometer di 17 kabupaten/kota dari ancaman penurunan muka tanah (land subsidence).
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya aksi preventif ini untuk melanjutkan keberhasilan gerakan Mageri Segoro, yang sepanjang 2025 telah menanam 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare.
“Upaya hari ini adalah langkah pencegahan langsung untuk mengurangi dampak rob dan abrasi,” ujar Luthfi.
Penanaman awal dilakukan di area percontohan (demonstration plotting) seluas 1.200 meter persegi dari total kawasan bakau 6,56 hektare di Timbulsloko.
Menko AHY menambahkan, pendekatan perlindungan Pantura dilakukan secara hybrid—menggabungkan infrastruktur fisik seperti tanggul laut dengan solusi berbasis alam.
”Modul HexBricks diproduksi langsung oleh masyarakat setempat. Ini tidak hanya menahan abrasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan tambahan bagi warga pesisir,” ungkap AHY.
Sementara itu, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf memastikan, seluruh proyek perlindungan pesisir ini akan tetap menjamin akses mata pencaharian bagi nelayan dan petambak lokal.

Komentar