BERITASEMARANG.ID — Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk memajukan industri perfilman daerah sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus media pengenalan budaya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan hal tersebut saat menjadi panelis dalam Jakarta Film Summit (JFS) 2026 di Park Hyatt Hotel, Jakarta, Rabu (21/10).
Menurutnya, produksi film memiliki dampak ganda (multiplier effect) yang nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat.
”Bagi kami, film bukan sekadar hiburan, melainkan cara untuk menjawab visi kota. Setiap rupiah yang dibelanjakan dalam produksi film memberi dampak luar biasa bagi warga,” ujar Agustina.
Ia menyoroti kekayaan sejarah dan akulturasi budaya Semarang, termasuk ikon bangunan bersejarah Lawang Sewu, sebagai modal besar sumber inspirasi sineas. Keanekaragaman cerita lokal inilah yang melandasi hadirnya Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026.
Sebagai langkah nyata, Pemkot Semarang membuka pintu kerja sama seluas-luasnya dan memberikan kemudahan izin lokasi bagi para pelaku industri film nasional. Melalui kolaborasi ini, sineas lokal diharapkan dapat menimba ilmu, mengasah kualitas karya, hingga menembus festival internasional.
Saat ini, rangkaian LOFF 2026 tengah berlangsung melalui pemutaran 19 film pendek pilihan di XXI Tentrem Mall Semarang (20–22 Oktober) dan akan ditutup dengan Malam Anugerah di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh pada 23 Oktober 2026.

Komentar