Semarang Lifestyle

Polytron Dukung UMKM Naik Kelas, Bekali Pelaku Usaha Kuliner Strategi Optimasi WhatsApp dan CRM  

BERITASEMARANG.ID – Polytron terus memperkuat dukungannya terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui program UKMK Naik Level Bareng Polytron. Memasuki seri kelima yang digelar di Aroem Restaurant & Ballroom Semarang, Selasa (27/10/2026), program ini membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan strategi untuk mengembangkan bisnis, khususnya di sektor kuliner.

Mengusung tema Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM & WhatsApp untuk Bisnis Kuliner, kegiatan ini menghadirkan praktisi bisnis untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan penjualan serta membangun loyalitas pelanggan kepada 100 UMKM Mitra binaan Polytron yang biasa disebut Polypeuner.

Head of Public Communication Polytron, Vina Julita Wijaya, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk tumbuh bersama pelaku UMKM melalui komunitas yang menyediakan akses edukasi, pendampingan, dan peluang promosi.

“Sejak awal tahun, kami membuat program khusus bagi UMKM. Tujuannya agar Polytron bersama para pelaku usaha dapat membangun komunitas untuk berbagi edukasi, wawasan, serta kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan bisnis mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini telah diselenggarakan di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Program serupa juga direncanakan berlangsung di Yogyakarta pada bulan berikutnya.

Dorong Pendidikan Digital, Telkom Bekali 537 Siswa Sekolah Rakyat dengan Literasi Teknologi

Setiap seri menghadirkan materi berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Topik yang telah dibahas antara lain pengelolaan keuangan, arus kas, branding, dan pemanfaatan media sosial. Pada seri kelima di Semarang, pembahasan difokuskan pada optimalisasi kanal distribusi digital, terutama WhatsApp dan pengelolaan data pelanggan.

Polytron juga menghadirkan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya agar peserta memperoleh pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.

Menurut Vina, program tersebut mendapat respons positif dari para pelaku usaha. Hingga kegiatan ini berlangsung, tercatat sekitar 600 peserta telah terdaftar sebagai anggota komunitas UMKM Polytron.

“Setiap kegiatan memiliki kapasitas sekitar 100 peserta secara langsung. Namun, kami juga menyediakan akses hybrid melalui siaran langsung sehingga anggota komunitas yang berada di kota lain tetap bisa mengikuti edukasi,” jelasnya.

Selain edukasi, anggota komunitas yang disebut Polypeuner juga memperoleh akses informasi dan berbagi pengalaman melalui grup WhatsApp berdasarkan wilayah. Komunitas ini menjadi sarana untuk membagikan tips dan trik secara berkala guna membantu pelaku usaha meningkatkan kinerja bisnisnya.

Dishub Kota Semarang Luncurkan SMART, Pantau PJU Lebih Cepat dan Terintegrasi

Dukungan Polytron terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui edukasi bisnis, tetapi juga melalui penyediaan produk yang dapat membantu menunjang operasional usaha.

Selama ini, Polytron dikenal melalui berbagai produk elektronik rumah tangga, seperti kulkas, televisi, mesin cuci, dan perangkat audio. Namun, perusahaan juga menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis, termasuk chest freezer, showcase, dan produk pendingin lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner.

Vina menuturkan, peningkatan skala bisnis tidak selalu harus dimulai dengan membuka banyak cabang atau mengeluarkan modal besar. Pelaku usaha perlu membangun identitas merek yang kuat, memilih peralatan yang tepat dan tahan lama, serta menata sistem operasional agar lebih efisien.

Penggunaan sistem yang terorganisasi juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengelola pesanan, persediaan, dan pelayanan pelanggan secara lebih efektif.

“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM Indonesia berkembang dan naik level bersama Polytron, baik dari sisi pengetahuan, pengelolaan bisnis, maupun pemanfaatan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.

OJK Perpanjang Buyback Saham hingga Juni 2027, Perketat Pengawasan Pasar Modal

Dalam sesi edukasi, Grace Amazia, Senior Business Development Mekari Qontak, membahas pentingnya pemanfaatan data pelanggan dan WhatsApp sebagai bagian dari strategi pemasaran bisnis kuliner.

Pengelolaan hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM) dapat membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen, mencatat riwayat pembelian, serta mengidentifikasi pelanggan yang berpotensi melakukan pembelian ulang.

Strategi ini menjadi penting di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat. Pelaku usaha tidak cukup hanya mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga perlu membangun hubungan agar pelanggan bersedia kembali membeli produk mereka.

Melalui pengelolaan komunikasi dan data pelanggan yang lebih terstruktur, WhatsApp dapat dimanfaatkan bukan sekadar sebagai sarana menerima pesanan, melainkan juga sebagai kanal untuk menjaga hubungan dengan konsumen dan menawarkan produk secara lebih tepat sasaran.

Pengalaman mengembangkan bisnis juga dibagikan Stefania Catharine atau Fanya, generasi ketiga keluarga pendiri Moaci Gemini Semarang.

Fanya menceritakan bagaimana bisnis oleh-oleh khas Semarang tersebut menghadapi tantangan berat ketika pandemi Covid-19 melanda. Karena bergantung pada mobilitas wisatawan, omzet usaha sempat turun hingga sekitar 90 persen dan kondisi itu berlangsung lebih dari satu tahun.

Di tengah situasi tersebut, keluarga Moaci Gemini berupaya mempertahankan keberlangsungan usaha dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Mereka memutar strategi agar produksi tetap berjalan dan para pekerja tetap memperoleh penghasilan.

Pandemi juga mendorong Moaci Gemini mengevaluasi pola bisnis yang sebelumnya terlalu bergantung pada toko fisik dan kunjungan wisatawan.

“Kami menyadari bahwa tidak bisa hanya menunggu wisatawan datang. Kami juga perlu merawat pelanggan lokal Semarang,” tutur Fanya dalam sesi berbagi pengalaman.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mulai memanfaatkan WhatsApp untuk menjangkau pelanggan lama dan mendorong pembelian ulang. Pelanggan yang sebelumnya pernah membeli produk ditawari kembali secara langsung, meskipun jumlah pembelian awal tidak selalu besar.

Strategi tersebut perlahan membuka peluang penjualan baru. Pelanggan yang puas kemudian merekomendasikan produk kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Menurut Fanya, pelanggan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama ketika penjualan dari wisatawan mengalami penurunan.

Pengalaman itu juga mendorong Moaci Gemini mengembangkan kanal penjualan daring dan memperluas jaringan toko. Dari bisnis yang sebelumnya bertumpu pada satu toko fisik, Moaci Gemini kini berkembang dengan total empat toko.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan kanal digital, pengelolaan hubungan pelanggan, dan kemampuan beradaptasi dapat menjadi modal penting bagi UMKM untuk bertahan sekaligus memperluas pasar.

Melalui program UKMK Naik Level Bareng Polytron, perusahaan berharap semakin banyak pelaku UMKM mendapatkan akses terhadap pengetahuan praktis, teknologi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

Dengan menggabungkan edukasi, pengalaman langsung dari pelaku bisnis, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, Polytron berupaya mendorong UMKM Indonesia agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement