BERITASEMARANG.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Kali ini, melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Walisongo membekali 230 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Purworejo dengan keterampilan English Public Speaking, Jumat (6/11/2026).
Pelatihan yang digelar di Aula MAN Purworejo tersebut merupakan hasil kolaborasi FTIK UIN Walisongo dengan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Wakil Dekan II FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag., mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kompetensi siswa madrasah.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, membangun kepercayaan diri, serta menghadapi tantangan di tingkat internasional.
“Melalui pelatihan English Public Speaking ini, kami ingin menanamkan rasa percaya diri yang tinggi kepada para siswa madrasah agar berani menyuarakan gagasan-gagasan hebat mereka dalam bahasa global,” ujarnya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Wibowo Prasetyo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dunia saat ini bergerak tanpa sekat sehingga siswa madrasah perlu memiliki kemampuan bahasa asing dan keberanian berkomunikasi.
Pelatihan dilaksanakan secara intensif dengan membagi peserta ke dalam lima kelas. Materi yang diberikan meliputi motivasi berbahasa Inggris, membangun kepercayaan diri, dasar-dasar public speaking, komunikasi digital, hingga praktik presentasi dan simulasi berbicara di depan umum.
Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, FTIK UIN Walisongo menghadirkan tim trainer profesional bersama akademisi dari Universitas Nasional (UNAS).
Melalui kegiatan ini, UIN Walisongo berharap siswa madrasah tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan karakter keagamaan yang kuat, tetapi juga keterampilan komunikasi global sebagai modal menghadapi persaingan masa depan.

Komentar