Otomotif

Jangan Biarkan Motor “Menjerit”! Tips Atur Beban Mudik & Liburan Agar Tetap Aman di Jalan

BERITASEMARANG.ID  – Musim liburan telah tiba! Bagi para bikers, perjalanan jauh atau touring dengan motor kesayangan adalah cara paling seru untuk melepas penat. Namun, seringkali semangat liburan membuat kita lupa diri saat mempacking barang. Semua ingin dibawa, mulai dari oleh-oleh hingga perlengkapan ekstra, sampai motor terlihat seperti “gunung berjalan”.

​Meskipun motor Honda dikenal tangguh dan “bandel”, setiap kendaraan memiliki batas kesabaran. Mengabaikan Maximum Load Capacity bukan hanya soal merusak mesin, tapi taruhannya adalah nyawa.

​3 Alasan Kenapa Beban Berlebih Adalah Musuh Utama Keselamatan

1. Kehilangan Kendali: Motor Jadi Sulit “Diarahkan”

Saat beban terlalu berat di belakang, titik pusat gravitasi (Center of Gravity) akan bergeser. Akibatnya, stang motor terasa ringan dan melayang, namun motor sulit diajak bermanuver atau berbelok tajam. Di kecepatan tinggi, motor rentan mengalami gejala ‘ayunan’ yang bisa memicu kecelakaan fatal.

2. Komponen Vital “Bekerja Rodi”

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

Beban berlebih memaksa motor bekerja di luar batas kemampuannya:

  • Shockbreaker: Bisa mentok (bottoming) dan kehilangan fungsi redam.
  • Ban: Risiko pecah ban meningkat karena tekanan dinding samping yang ekstrem.
  • Rem: Jarak pengereman menjadi lebih panjang. Anda butuh waktu lebih lama untuk berhenti!
  • Mesin: Risiko overheating (panas berlebih) karena mesin dipaksa menghela beban ekstra.

3. Berapa Sih Batas Aman Motor Kita?

Jangan menebak-nebak! Mayoritas motor skutik dan bebek Honda memiliki batas beban total antara 150 kg hingga 180 kg (termasuk bobot pengendara dan penumpang). Angka pastinya bisa Anda cek di stiker bodi motor atau buku manual.

​Cerdas Packing: Trik Liburan Tanpa Beban Berlebih

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, membagikan resepnya, 3 cara Cerdas  Packing agar liburan aman dan nyaman :

 

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

    • Pusatkan Berat di Tengah: Letakkan barang terberat sedekat mungkin dengan pusat gravitasi motor (misalnya di bagasi bawah jok atau di antara kaki untuk motor matic). Jangan menumpuk barang terlalu tinggi di rak belakang.
    • Ikatan “Anti-Goyang”: Pastikan barang terikat kencang. Barang yang bergeser saat tikungan bisa membuat Anda kehilangan keseimbangan seketika.
    • Cek Tekanan Ban: Ban yang kurang angin saat membawa beban berat adalah resep bencana. Tambahkan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan untuk kondisi beban penuh.

​”Liburan seharusnya membawa kegembiraan, bukan penyesalan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi membawa semua isi rumah. Ingat, kita sedang melakukan perjalanan, bukan pindahan rumah,” pesan Oke Desiyanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement