BERITASEMARANG.ID – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kota Semarang tahun 2026 mencatatkan sejarah baru. Setelah lebih dari 20 tahun rutin digelar di lingkungan kantor internal, upacara peringatan kali ini dilaksanakan secara megah di Balai Kota Semarang dengan inspektur upacara wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin.
Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., menyampaikan, bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan simbol kedekatan dan sinergi yang makin erat antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Kota Semarang.
Puncaki Predikat Kota Toleran Nasional
Dalam sambutannya, Muhtasit mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota Jawa Tengah. Ia mengungkapkan bahwa Semarang saat ini menjadi kota toleran nomor 1 di Indonesia untuk kategori kota dengan penduduk di atas satu juta jiwa.
”Mengelola perbedaan di tengah 1,7 juta penduduk adalah tantangan besar. Namun, sinergi kita terbukti membuahkan hasil. Secara keseluruhan kita berada di posisi ketiga nasional, namun untuk kota besar berpenduduk padat, Semarang adalah yang pertama,” ujar Muhtasit.
Persiapan Tuan Rumah MTQ Nasional 2026
Tahun 2026 juga menjadi tahun bersejarah karena Kota Semarang telah resmi ditunjuk oleh para menteri dan Kanwil Kemenag sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.
Sebagai bagian dari syiar dan persiapan, Kemenag mewajibkan seluruh pegawai Kemenag, ASN Pemkot, hingga siswa-siswi sekolah (baik di bawah naungan Kemendikbud maupun Kemenag) untuk menghafalkan Mars MTQ.

”Harapannya, ketika masyarakat atau siswa ditanya mengenai MTQ 2026, mereka tidak hanya tahu, tapi juga merasa memiliki dan bangga menjadi bagian dari sejarah tuan rumah yang baik,” tambahnya.
Rangkaian Kegiatan dan Kepedulian Sosial
Peringatan HAB ke-80 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan lintas agama dan sektor, di antaranya:
- Doa Bersama Lintas Agama: Melibatkan pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
- Program “Kelangan” (Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan): Menggandeng UMKM lokal melalui Dinas Pangan. Dalam waktu singkat, produk-produk UMKM habis terjual diborong masyarakat.
- Lomba Paduan Suara: Mewajibkan pembawaan Mars Kemenag dan Mars MTQ untuk menguatkan identitas lembaga.
- Gerak Jalan Sehat: Simbol kekompakan jasmani dan rohani seluruh elemen penggerak agama.
Penyerahan Sertifikat Wakaf dan Halal
Sebagai bentuk nyata pelayanan kepada umat, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis:
- 134 Sertifikat Wakaf untuk masjid, madrasah, dan pondok pesantren di tahun 2025.
- 103 Sertifikat Halal bagi pelaku UMKM yang diterbitkan sepanjang tahun 2025.
Umat Rukun, Indonesia Maju
Menutup pesannya, Muhtasit menekankan pentingnya tema HAB ke-80: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Ia menegaskan bahwa kemakmuran bangsa hanya bisa dicapai jika dimulai dari kerukunan antarlembaga dan masyarakat.
”Kesuksesan program tidak bisa dilakukan sendirian oleh satu kementerian. Kita harus kolaboratif. Terima kasih kepada Ibu Walikota dan jajaran Forkopimda yang telah memfasilitasi kegiatan keagamaan dengan luar biasa,” pungkasnya di hadapan sekitar 1.100 peserta upacara.

Komentar