BERITASEMARANG.ID – Masih rendahnya literasi masyarakat terkait penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan di Jawa Tengah. Menanggapi hal tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah.
Kerja sama yang dikukuhkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi dan informasi mengenai bahaya serta penanganan TBC melalui jaringan luas yang dimiliki Kemenag, mulai dari Madrasah, Pondok Pesantren, hingga Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) di tingkat desa.
Manfaatkan Jaringan Luas Kemenag
Ketua PPTI Wilayah Jawa Tengah, dr. Hartanto, mengungkapkan bahwa peran Kemenag sangat potensial dalam memutus rantai penularan TBC. Mengingat TBC bukanlah penyakit keturunan, melainkan penyakit infeksi menular yang mematikan jika tidak segera ditangani.
”Kemenag memiliki madrasah yang tersebar di pelosok, membina pesantren, dan punya penyuluh agama hingga tingkat masjid. Ini adalah kelompok potensial untuk mengedukasi masyarakat bahwa TBC itu bisa disembuhkan dan obatnya gratis di Puskesmas,” ujar dr. Hartanto di sela kegiatan Hari Amal Bakti Kemenag di Semarang.
Hapus Stigma: Dekati, Jangan Dikucilkan
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan TBC adalah adanya stigma negatif di masyarakat. Banyak penderita yang memilih bersembunyi karena takut dikucilkan atau kehilangan pekerjaan.
”Jangan di-stigma, jangan didiskriminasi. Jika mereka dikucilkan, mereka akan sembunyi dan tidak berobat, malah terus menularkan ke orang lain. Justru harus didekati dan didampingi agar patuh minum obat selama 6 hingga 8 bulan,” tegasnya.
Layanan Skrining Gratis: Targetkan 600 Pengunjung

Sebagai wujud nyata kerja sama ini, dalam perayaan Hari Amal Bakti Kemenag, PPTI menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan paru gratis. Layanan ini mencakup skrining menggunakan rontgen dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis paru.
Kegiatan ini menargetkan sekitar 600 pengunjung untuk melakukan deteksi dini. dr. Hartanto juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala-gejala umum TBC, seperti:
- Batuk berdahak terus-menerus.
- Demam dan meriang.
- Keluar keringat dingin di malam hari tanpa aktivitas fisik.
- Nafsu makan menurun dan berat badan menyusut drastis.
Slogan TOSS TBC: Temukan, Obati Sampai Sembuh
Melalui kolaborasi lintas sektoral—termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Tenaga Kerja—PPTI berharap edukasi TBC dapat merambah ke seluruh lapisan masyarakat.
”Ingat slogan kita: TOSS TBC! Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh. Jika ada keluarga dengan gejala tersebut, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar segera terdiagnosis dan mendapat pengobatan gratis,” pungkas dr. Hartanto.

Komentar