Ekonomi

Emas dan Cabai Melambung, Inflasi Jawa Tengah Tutup Tahun 2025 di Angka 2,72 Persen

BERITASEMARANG.ID  – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan inflasi sebesar 2,72 persen secara year-on-y (y-on-y) pada penghujung tahun, Desember 2025. Angka ini didorong kuat oleh lonjakan harga di sektor perawatan pribadi, terutama emas perhiasan, serta kenaikan harga pangan yang signifikan.

​Berdasarkan data terbaru, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Tengah berada di level 109,98. Secara spasial, Kota Semarang menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi mencapai 2,84 persen, sementara Kabupaten Rembang mencatatkan inflasi terendah di angka 2,47 persen.

​Kilau Emas dan Pedasnya Cabai Jadi Pemicu Utama

​Fenomena menarik terjadi pada kelompok pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang meroket tajam dengan inflasi sebesar 12,04 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi bintang utama yang memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,66 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto, S.ST,MT dalam press release daringnya, Senin ( 5/12) menyampaikan,​ “Di sektor pangan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 3,95 persen. Dapur warga tampaknya ikut “memanas” akibat kenaikan harga duet maut cabai rawit dan cabai merah, disusul oleh daging ayam ras serta beras,” katanya.

​Rincian Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran

​Dari sebelas kelompok pengeluaran, sepuluh di antaranya mengalami kenaikan indeks. Berikut adalah lima besar kelompok penyumbang inflasi y-on-y:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  1. Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya: 12,04% (Andil 0,76%)
  2. Makanan, Minuman, & Tembakau: 3,95% (Andil 1,14%)
  3. Pendidikan: 2,66% (Andil 0,17%)
  4. Penyediaan Makanan/Restoran: 2,24% (Andil 0,24%)
  5. Kesehatan: 1,76% (Andil 0,07%)

​Sebaliknya, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami deflasi sebesar 0,67 persen, dipicu oleh penurunan harga telepon seluler.

​Kondisi Bulanan (m-to-m)

​Secara bulanan (month-to-month), Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,50 persen pada Desember 2025. Selain cabai rawit dan emas, kenaikan harga bensin dan telur ayam ras turut memberikan andil dalam dinamika harga di akhir tahun. Namun, kabar baik bagi pelancong, tarif angkutan udara justru memberikan andil deflasi secara bulanan.

“Meski inflasi terkendali di bawah 3 persen, kenaikan pada sektor pendidikan (uang pangkal sekolah/kuliah) dan kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian bagi daya beli masyarakat di tahun 2026,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement