Semarang

Wali Kota Agustina Sulap Kampung Mangut Bandarharjo Jadi Ikon UMKM Hijau

BERITASEMARANG.ID  – Aroma gurih ikan asap yang khas menyambut kedatangan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menyambangi Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Jumat (9/1). Namun, kunjungan kali ini bukan sekadar wisata kuliner. Agustina hadir untuk memastikan bahwa dapur ekonomi warga tersebut tidak hanya menghasilkan rasa yang lezat, tetapi juga lingkungan yang sehat melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

​Kampung Mangut Bandarharjo selama ini dikenal sebagai “dapur raksasa” mangut khas Semarang. Setiap harinya, puluhan warga bergelut dengan pengolahan ikan yang menggerakkan roda ekonomi lokal. Agar kejayaan ekonomi ini tidak menyisakan masalah lingkungan, Pemerintah Kota Semarang hadir dengan solusi infrastruktur hijau.

​Ekonomi Jalan, Lingkungan Terjaga

​Dalam peninjauan langsung tersebut, Agustina menegaskan bahwa pertumbuhan UMKM dan kelestarian alam harus berjalan beriringan. Ia melihat IPAL bukan sekadar deretan pipa dan bak penampung, melainkan “benteng” kesehatan bagi warga.

​“Bandarharjo adalah bukti nyata bagaimana kampung tematik mampu menjadi motor ekonomi. Namun, pertumbuhan ini wajib dibarengi pengelolaan lingkungan yang apik. IPAL ini ada agar warga bisa terus berproduksi tanpa rasa was-was akan pencemaran,” tegas Agustina di sela-sela dialognya dengan para pengrajin mangut.

​Gotong Royong Sebagai Kunci

​Satu hal yang membuat Wali Kota kagum adalah kekompakan warga Bandarharjo dalam merawat fasilitas tersebut. Baginya, teknologi IPAL secanggih apa pun tidak akan berfungsi maksimal tanpa tangan dingin warga yang peduli.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

Beberapa poin penting dari kunjungan ini meliputi:

  • Peningkatan Fasilitas: Komitmen Pemkot Semarang untuk terus melengkapi kampung tematik dengan sanitasi standar tinggi.
  • Daya Saing Lokal: Dengan lingkungan yang bersih, produk Mangut Bandarharjo memiliki nilai jual lebih dan citra yang lebih profesional di mata wisatawan.
  • Role Model: IPAL Bandarharjo diproyeksikan menjadi percontohan (pilot project) bagi sentra UMKM lain di Semarang.

​Menuju Semarang Sehat dan Produktif

​Langkah ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Semarang sebagai kota yang produktif namun tetap berwawasan lingkungan. Agustina berjanji akan terus mendampingi para pelaku UMKM kuliner agar bisa naik kelas dengan standar operasional yang ramah lingkungan.

​Melalui keberhasilan IPAL Kampung Mangut, Semarang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru kota: bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan bumi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement