BERITASEMARANG.ID – Komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memoles wajah infrastruktur di kawasan pesisir semakin nyata. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa tantangan alam seperti penurunan muka tanah (land subsidence) tidak akan menyurutkan langkah pemerintah untuk menata kawasan Semarang Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina dalam agenda Temu Warga Lokal di Kelurahan Dadapsari dan Bandarharjo, Jumat (9/1). Fokus utama kali ini adalah menghidupkan urat nadi ekonomi warga melalui pembangunan infrastruktur strategis.
Jembatan 45 Meter: “Karpet Merah” Menuju Sentra Ikan
Salah satu proyek mercusuar yang disiapkan adalah pembangunan jembatan sepanjang 45 meter yang akan membentang di atas Kali Baru. Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, melainkan akses krusial yang menyambungkan:
- Kelurahan Panggung Lor (Jalan Tanjung Mas Raya)
- Kelurahan Bandarharjo (Jalan Lodan)
Kehadiran jembatan ini diproyeksikan menjadi solusi aksesibilitas bagi Sentra UMKM Pengasapan Ikan Bandarharjo, sehingga memudahkan distribusi produk dan kunjungan pembeli, yang pada akhirnya mendongkrak ekonomi lokal.
Transformasi Jalan Lodan & Yos Sudarso
Tak hanya jembatan, Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga telah menyusun timeline peningkatan kualitas jalan agar tahan lama:
-
- Tahun 2025: Penuntasan betonisasi Jalan Komodor Yos Sudarso sepanjang 253 meter.
- Tahun 2026: Rencana betonisasi Jalan Lodan sebagai jalur pendukung utama menuju jembatan baru.
”Kita komitmen ke Semarang Utara, harus tetap bangun terus. Walaupun ada penurunan tanah, kita akan tetap proses untuk menyesuaikan teknisnya,” ujar Agustina dengan optimis.
Sentuhan Sosial: Dari IPAL hingga Bantuan Nelayan
Selain pembangunan fisik makro, Agustina juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan warga melalui beberapa aksi nyata:
-
-
- Peresmian IPAL: Mengunjungi dan meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) khusus untuk Sentra Pengasapan Ikan agar produksi tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.
- Kesehatan & Hunian: Meresmikan Posyandu di Sport Center Bandarharjo dan meninjau hasil program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Kepedulian Nelayan: Menyalurkan bantuan beras dan sembako bagi nelayan setempat yang saat ini terpaksa berhenti melaut akibat cuaca ekstrem (angin barat).
-
Pembangunan terintegrasi ini diharapkan mampu mengubah wajah Semarang Utara menjadi kawasan yang lebih tangguh, bersih, dan berdaya saing ekonomi tinggi.

Komentar