BERITASEMARANG.ID – Sebuah prestasi gemilang kembali diukir oleh putra-putri bangsa dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Tim Fisikawan Medis UNDIP resmi meluncurkan IndoQCT v26d, sebuah perangkat lunak mutakhir yang merevolusi cara dunia medis mengevaluasi kualitas citra Computed Tomography (CT-Scan).
Bukan sekadar inovasi lokal, IndoQCT kini telah menjadi pemain global dengan catatan unduhan dari pengguna di lebih dari 90 negara. Kehadiran versi terbaru ini mempertegas posisi Indonesia dalam peta teknologi kesehatan dunia.
Mengapa IndoQCT v26d Menjadi “Game Changer”?
Selama ini, proses Quality Control (QC) pada alat CT-Scan seringkali dilakukan secara manual, memakan waktu lama, dan bersifat subjektif. IndoQCT hadir sebagai solusi otomatis yang tidak hanya efisien, tetapi juga objektif.
Berikut adalah keunggulan utama yang dibawa oleh IndoQCT v26d:
- Akurasi & Keamanan Pasien: Mampu menekan risiko efek samping CT-scan, mulai dari alergi ringan hingga risiko jangka panjang seperti kerusakan DNA dan kanker, melalui optimasi dosis yang lebih presisi.
- Universal & Fleksibel: Tidak bergantung pada vendor mesin tertentu. Perangkat lunak ini bisa digunakan untuk berbagai jenis phantom dan citra klinis pasien secara langsung.
- Fitur Analisis Canggih: Dilengkapi dengan Detectability Index Measurements (NPW & NPWE) dan metode pengamatan manusia (AFC, ROC, LROC) untuk memastikan hasil diagnosa dokter lebih akurat.
- User Interface yang Segar: Tampilan lebih dinamis, colourful, dan jauh lebih user-friendly dibandingkan versi sebelumnya.
Dari Riset Kampus Menuju Komersialisasi Global
Kesuksesan ini merupakan buah kerja keras tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Choirul Anam, M.Si., F.Med. dan Prof. Heri Sutanto, beserta tim (Ariij Naufal, Wahyu S. Budi). Berawal dari pengembangan menggunakan Matlab pada 2018, tim melakukan langkah strategis dengan berpindah ke bahasa pemrograman Python pada 2021 untuk mempermudah distribusi global.
”Ini adalah versi ke-4 kami. IndoQCT dikembangkan untuk menjawab tantangan QC konvensional yang manual dan subjektif. Sekarang, proses evaluasi bisa dilakukan secara otomatis dan terstandar,” ujar Dr. Choirul Anam.
Kontribusi Nyata bagi Dunia Kesehatan
Selain untuk kebutuhan klinis di rumah sakit, IndoQCT v26d juga dirancang sebagai media edukasi dan riset bagi mahasiswa fisika medis serta radiologi. Dengan fitur reformat citra (sagital, koronal, hingga oblik) dan analisis tekstur, perangkat ini memberikan kendali penuh bagi tenaga medis untuk melihat detail tubuh pasien dengan kualitas terbaik.
Saksikan Peluncuran Resminya!
Detail mengenai fitur dan cara kerja software ini telah dikupas tuntas dalam peluncuran resmi yang ditayangkan melalui YouTube Resmi Fisika UNDIP.
Inovasi dari UNDIP ini membuktikan bahwa riset universitas Indonesia mampu menghasilkan teknologi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas dan diakui oleh komunitas medis internasional.

Komentar