BERITASEMARANG.ID – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan performa gemilang di sektor penanaman modal sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi di wilayah ini berhasil menembus angka Rp88,50 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp78,33 triliun dengan capaian mencapai 112,98 persen.
Menariknya, peta kekuatan investasi di Jawa Tengah mulai bergeser. Meski selama ini dikenal sebagai “basis” industri padat karya seperti alas kaki, kini sektor industri padat modal (capital intensive) mulai menunjukkan dominasi yang signifikan.
Pergeseran Tren ke Sektor Strategis
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa sektor-sektor dengan nilai investasi besar kini semakin melirik Jawa Tengah sebagai lokasi ekspansi.
”Ada realisasi investasi yang memang signifikan di sektor padat modal. Mulai dari fiber optik, alat kesehatan, hingga industri karet, plastik, dan baterai,” ujar Sakina dalam rilis resminya di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis (22/1/2026).
Beberapa proyek besar yang menjadi motor penggerak sektor padat modal di antaranya:
- Pembangunan pabrik anoda baterai di KEK Kendal dengan nilai investasi Rp1,5 triliun.
- Industri ban di Jatengland Demak dengan nilai investasi sebesar Rp1,08 triliun.
Menjaga Keseimbangan Padat Modal dan Padat Karya
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen memberikan pelayanan optimal bagi seluruh investor. Fokus utama Pemprov Jateng adalah menjaga keseimbangan antara industri yang mendongkrak nilai investasi (padat modal) dan industri yang menyerap banyak tenaga kerja (padat karya).
”Kami menginginkan keduanya berjalan seiring. Sektor padat modal memang mendongkrak nilai investasi, namun sektor padat karya tetap krusial untuk menekan angka pengangguran karena ekosistem alas kaki kita sudah sangat kuat,” jelas Sakina menyampaikan pesan Gubernur.
Rincian Capaian Investasi 2025
Berdasarkan data DPMPTSP, berikut adalah rincian profil investasi Jawa Tengah selama tahun 2025:
- Total Realisasi: Rp88,50 Triliun.
- Penanaman Modal Asing (PMA): Rp50,86 triliun.
- Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp37,64 triliun.
- Total Proyek: 105.078 proyek.
- Penyerapan Tenaga Kerja: 418.138 orang.
5 Besar Sektor Investasi Teratas:
- Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki (Rp11,37 triliun).
- Industri Mesin, Elektronik, dan Alat Kesehatan (Rp9,70 triliun).
- Industri Karet dan Plastik (Rp8,96 triliun).
- Industri Tekstil (Rp7,97 triliun).
- Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp7,47 triliun).
5 Besar Lokasi Favorit Investor:
Kabupaten Kendal memimpin sebagai destinasi utama dengan nilai Rp15,86 triliun, disusul oleh Kota Semarang (Rp11,15 triliun), Kabupaten Demak (Rp9,06 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,73 triliun), dan Kabupaten Semarang (Rp4,38 triliun).
Sementara itu, untuk asal negara investor, Hong Kong masih mendominasi sebagai penanam modal terbesar di Jawa Tengah, diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

Komentar