Pendidikan

Wujudkan Desa Hijau, Tim PkM USM Ajak Pemuda Manggarmas “Melek” Hukum Kelola Sampah

BERITASEMARANG.ID  – Masalah sampah bukan sekadar soal kebersihan, tapi juga soal tanggung jawab hukum yang sering kali terabaikan. Bergerak dari urgensi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) turun langsung ke Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (23/1/2026).

​Membawa misi edukasi, tim pakar hukum USM menggelar sosialisasi bertajuk “Penguatan Pemahaman Warga Desa Manggarmas tentang Tanggung Jawab Hukum Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengurangan Sampah.”

​Mendorong Peran Aktif Masyarakat dan Pemerintah

​Ketua Tim PkM USM, Dr. Wafda Vivid Izziyana, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membedah batasan tanggung jawab antara warga dan pemerintah secara legal. Menurutnya, pemahaman hukum adalah fondasi utama agar pengelolaan sampah berkelanjutan bisa berjalan efektif.

​”Kami ingin masyarakat sadar bahwa ada peran dan tanggung jawab hukum yang melekat dalam setiap sampah yang dihasilkan. Isu ini mendesak karena volume sampah rumah tangga terus meningkat dan berdampak langsung pada kesehatan lingkungan,” ujar Wafda.

​Tim ahli yang turut memberikan materi dalam kegiatan ini antara lain:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Dr. Endah Pujiastuti, S.H., M.H.
  • Yudithya Dyah Sukmadewi, S.H., M.H.
  • Dr. Dedy Suwandi, S.H., M.H.

​Karang Taruna Sebagai Ujung Tombak Perubahan

​Sasaran utama kegiatan ini adalah 25 anggota Karang Taruna Desa Manggarmas. Pemilihan generasi muda bukan tanpa alasan; mereka diproyeksikan menjadi agent of change yang mampu menggerakkan warga lainnya.

​Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para pemuda desa tampak antusias mengonsultasikan permasalahan nyata yang mereka temui di lapangan, mulai dari pembuangan sampah liar hingga mekanisme pelaporan yang sesuai prosedur hukum.

Fani, salah satu peserta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti acara ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham sisi hukumnya, bukan cuma sekadar tahu kalau sampah itu kotor. Ini pencerahan luar biasa bagi kami di Desa Manggarmas,” ungkapnya.

​Menuju Desa Sehat dan Berkelanjutan

​Melalui edukasi ini, USM berharap Desa Manggarmas bisa bertransformasi menjadi desa yang mandiri dalam pengelolaan sampah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan sinergi antara kesadaran warga dan dukungan pemerintah desa, lingkungan yang bersih dan sehat bukan lagi sekadar impian, melainkan standar hidup baru bagi masyarakat.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement