Pendidikan

Menuju ‘Undip Bermartabat’: Empat Guru Besar Baru Resmi Dikukuhkan, Bawa Inovasi dari Kanker hingga Beton Ramah Lingkungan

BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mempertegas posisinya sebagai pusat inovasi nasional. Bertempat di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Tembalang, UNDIP resmi memulai rangkaian pengukuhan 18 Guru Besar (Gubes) baru. Pada hari pertama ini, empat pakar lintas disiplin resmi menyandang gelar tertinggi akademik dengan membawa solusi nyata bagi tantangan global.

​Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa seorang Guru Besar bukan sekadar gelar, melainkan sosok yang sudah “selesai dengan dirinya sendiri” dan siap menjadi teladan.

​”Ilmu yang dihasilkan tidak boleh hanya berhenti di laboratorium. Harus bermanfaat dan terus bermartabat dalam keseharian masyarakat,” tegas Prof. Suharnomo.

​Empat Inovasi untuk Masa Depan

​Keempat Guru Besar yang dikukuhkan memaparkan riset strategis yang menyentuh berbagai aspek kehidupan:

  1. Melawan Kanker Payudara pada Usia Muda Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko (Fakultas Kedokteran) menyoroti tren mengkhawatirkan kanker payudara pada wanita di bawah usia 40 tahun di Indonesia. Ia menawarkan strategi Genetic Profiling spesifik untuk menentukan terapi yang lebih presisi, guna menurunkan angka stadium lanjut dan meningkatkan harapan hidup pasien.
  2. Menjaga Integritas Bisnis di Era Hijau Prof. Dr. Darsono (Fakultas Ekonomika dan Bisnis) membedah tantangan audit di era keberlanjutan. Di tengah maraknya tren ekonomi hijau, ia menekankan pentingnya peran auditor untuk mencegah praktik greenwashing (klaim ramah lingkungan palsu) demi menjaga kepercayaan investor dan transparansi perusahaan.
  3. Waspada Bahaya Pestisida bagi Generasi Masa Depan Prof. Dr. Budiyono (Fakultas Kesehatan Masyarakat) membawa peringatan keras mengenai paparan pestisida yang mengancam kualitas SDM Indonesia. Risetnya mengungkap risiko stunting dan autisme akibat sisa pestisida. Sebagai solusi, ia mendorong teknologi ozone untuk mencuci bahan pangan dan transisi total ke pertanian organik.
  4. Konstruksi Masa Depan Tanpa Semen Prof. Dr. Ir. Purwanto (Fakultas Teknik) menciptakan terobosan “Beton Geopolimer” yang memanfaatkan limbah abu (Fly Ash) dan material lokal seperti cangkang kerang. Inovasi ini menjadi solusi infrastruktur yang lebih kuat namun jauh lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan semen.

​UNDIP: Bukan Sekadar Kampus, Tapi Solusi Bangsa

​Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini didorong menjadi episentrum pembangunan SDM unggul. Hal ini sejalan dengan prestasi UNDIP yang kini nangkring di peringkat 624 dunia dan menjadi kampus berkelanjutan terbaik kedua di Indonesia versi UI GreenMetric.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

​Tak hanya soal teori, UNDIP membuktikan kepeduliannya melalui aksi nyata. Rektor mengungkapkan bahwa UNDIP telah mengirimkan lebih dari 10 tim relawan untuk membantu penanganan bencana di Sumatera, serta terus mengembangkan teknologi desalinasi air untuk membantu daerah yang krisis air bersih.

​Dengan tambahan tenaga ahli ini, Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, mencatat kini UNDIP memiliki 248 Guru Besar aktif. Angka ini diharapkan menjadi motor penggerak kualitas pendidikan yang semakin kompetitif di kancah internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement