BERITASEMARANG.ID – Memasuki puncak musim hujan pada awal Februari, kawasan Pantura Genuk, khususnya Jalan Raya Kaligawe, menunjukkan perubahan signifikan. Jika biasanya menjadi langganan genangan air, kini wilayah tersebut terpantau relatif aman dan minim banjir.
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi intensif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.
Kekuatan Penuh Rumah Pompa Tenggang dan Sringin
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa kunci utama pengendalian air saat ini adalah optimalisasi rumah pompa di wilayah hilir. Dua titik krusial, yakni Pompa Tenggang dan Pompa Sringin, dioperasikan secara maksimal untuk menyedot debit air.
”Dari BBWS dilakukan pemaksimalan pompa Tenggang dan Sringin. Di Tenggang debitnya mencapai 12.000 liter per detik dan di Sringin 10.000 liter per detik,” ungkap Suwarto, Senin (2/2).
Rincian pengoperasian pompa tersebut meliputi:
- Rumah Pompa Tenggang: 6 unit pompa beroperasi non-stop (kapasitas per unit 2.000 liter/detik).
- Rumah Pompa Sringin: 5 unit pompa siaga penuh (kapasitas per unit 2.000 liter/detik).
Langkah ini terbukti efektif mencegah limpasan air ke jalan raya, sehingga arus lalu lintas di jalur nasional Pantura tetap lancar tanpa hambatan genangan yang berarti.
Pengerukan Sedimen Masif Selama Satu Bulan
Tak hanya mengandalkan pompa, upaya fisik berupa pengerukan sedimen juga dilakukan secara besar-besaran. Selama satu bulan terakhir, alat berat dari DPU dan BBWS dikerahkan untuk menormalisasi saluran di sepanjang sisi selatan Jalan Kaligawe.
”Kami melakukan pengerukan bersama. Selain jalur utama, pengerukan menyasar wilayah Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto agar kapasitas saluran tetap optimal,” tambah Suwarto.
Fokus Penanganan Berikutnya: Jalan Padi Raya dan Muktiharjo
Pemerintah Kota Semarang tidak berhenti di situ. DPU telah menjadwalkan pengerukan lanjutan di titik-titik rawan lainnya, seperti:
- Jalan Padi Raya: Salah satu pusat genangan di wilayah Genuk.
- Saluran Samping Rel: Dilakukan pengerukan untuk memastikan aliran air lancar.
- Jalan Muktiharjo Raya: Normalisasi tepi jalan.
Menariknya, untuk area di bawah jembatan rel kereta api, petugas melakukan pengerukan secara manual. Hal ini dilakukan demi keamanan utilitas sinyal kereta api yang memiliki risiko tinggi jika menggunakan alat berat.
Melalui sinergi antar-lembaga ini, Pemkot Semarang berkomitmen memastikan mobilitas warga dan logistik di jalur Pantura tetap terjaga meski cuaca ekstrem masih membayangi.

Komentar