BERITASEMARANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatatkan performa impresif pada lini angkutan barang sepanjang tahun 2025. Tercatat, volume angkutan barang mencapai 291.572 ton, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 269.248 ton.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyatakan bahwa tren positif ini membuktikan kepercayaan pelaku industri terhadap moda transportasi berbasis rel semakin meningkat, terutama dalam mendukung efisiensi logistik dan transisi menuju ekonomi hijau.
Peti Kemas Jadi Kontributor Utama
Peti kemas masih menjadi primadona dalam layanan logistik di wilayah Daop 4. Dari total volume yang diangkut, sektor ini menyumbang angka yang sangat signifikan.
- Angkutan Peti Kemas: 224.946 ton.
- Angkutan Lainnya (Retail/BHP, Parcel, General Cargo): 66.626 ton.
”Fokus utama kami pada 2025 adalah angkutan peti kemas. Layanan bongkar muatnya dipusatkan di Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung yang berfungsi sebagai simpul logistik utama di wilayah kami,” ujar Luqman dalam keterangan resminya.
Perkuat Ketahanan Energi dan Infrastruktur Jateng
Selain logistik umum, KAI Daop 4 Semarang memainkan peran vital dalam menjaga rantai pasok sektor strategis di Jawa Tengah, yakni konstruksi dan energi.
- Sektor Pembangunan: Penanganan pembongkaran (unloading) semen dilakukan di Stasiun Poncol dan Stasiun Brumbung.
- Sektor Energi: Penanganan pembongkaran BBM dilakukan di Stasiun Larangan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri.
Rahasia Pertumbuhan: Efisiensi dan Lokasi Strategis
Luqman menjelaskan bahwa kenaikan volume ini tidak lepas dari inovasi operasional yang terus dilakukan, antara lain:
- Peningkatan frekuensi perjalanan dan rute layanan.
- Optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian kereta.
- Ketepatan waktu pengiriman yang lebih terjamin.
Lokasi operasional Daop 4 juga sangat strategis karena terhubung langsung dengan pusat ekonomi besar seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
”Kereta api kini bukan hanya sarana transportasi penumpang, tetapi juga simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional yang berkelanjutan,” tutup Luqman.

Komentar