BERITASEMARANG.ID – PT Pegadaian mempertegas posisinya sebagai pionir dalam industri investasi logam mulia dengan menyelenggarakan Seminar Investasi Emas bertajuk “Gold As A Legacy: Picture Next Generation“ di Ballroom Pegadaian Tower, Jakarta, Jumat (6/2). Acara ini menjadi momentum krusial setelah Pegadaian resmi ditetapkan sebagai Bank Emas (Bullion Bank) pertama di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, dalam keynote speech-nya menekankan bahwa perempuan adalah aktor kunci dalam ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, literasi finansial bagi perempuan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin kesejahteraan lintas generasi.
”Perempuan memiliki posisi unik sebagai bendahara keluarga sekaligus motor produktivitas ekonomi. Investasi bukan hanya soal hari ini, tapi soal bagaimana kita menyiapkan masa depan. Perencanaan keuangan yang matang, termasuk melalui emas, adalah kunci ketahanan bagi generasi mendatang,” ujar Rini di hadapan peserta yang didominasi tokoh pimpinan tinggi perempuan.
Kenaikan Emas Capai 80 Persen
Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan data mengejutkan terkait performa emas. Ia menyebutkan bahwa dibandingkan awal tahun 2025, harga emas saat ini telah melonjak lebih dari 80%, bahkan mencapai kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam periode tertentu.
”Lonjakan ini mencerminkan peran emas sebagai aset safe haven yang luar biasa di tengah dinamika global. Sebagai Bank Emas pertama, Pegadaian kini mengelola total 134,5 ton emas dengan rasio jaminan 1:1 yang diawasi ketat oleh OJK,” papar Selfie.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kini semakin dimudahkan melalui aplikasi Strim. Melalui platform tersebut, investasi emas dapat dimulai dari nominal sangat terjangkau, yakni Rp10.000. Pegadaian juga menjamin ketersediaan fisik melalui anak usahanya, Galeri 24, guna merespons permintaan pasar yang terus meningkat.
Emas sebagai Penjaga Stabilitas
Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis, Rini Handayani, menyatakan bahwa seminar ini merupakan langkah nyata Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia dalam mengedukasi masyarakat di tengah gejolak ekonomi.
”Emas terbukti mampu menjaga stabilitas keuangan jangka menengah maupun panjang. Kami berharap melalui pemaparan para ahli, seperti Aliyah Natasya dan Nuril Islamiah, para ibu dan kaum muda dapat membangun legasi keuangan yang kokoh,” tuturnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber ahli, termasuk praktisi investasi emas Nuril Islamiah dan perencana keuangan Aliyah Natasya, CFP, yang memberikan simulasi praktis mengenai cara menyisihkan pendapatan untuk aset emas sebagai warisan masa depan.

Komentar