Nasional Pendidikan

Dukung Konsep Sponge City, IKN Jajaki Teknologi Pipa Resapan Horizontal Karya Dosen USM

BERITASEMARANG.ID – Upaya mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim terus dimatangkan. Terbaru, Otorita IKN (OIKN) mulai menjajaki penggunaan Pipa Resapan Horizontal (PRH), sebuah inovasi konservasi air tanah hasil pengembangan dosen Universitas Semarang (USM).

​Teknologi ini dipaparkan dalam kegiatan ekspos di Kantor Otorita IKN, Kalimantan Timur, Selasa (3/2). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Perencanaan Mikro OIKN, Mirwansyah Prawiranegara, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan OIKN, Mia Amalia, serta jajaran pimpinan LPPM USM.

​Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., menegaskan bahwa inovasi PRH merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Riset terapan ini dirancang khusus untuk mengatasi problem perkotaan modern: banjir dan penurunan cadangan air tanah.

​Solusi di Lahan Terbatas

​Inventor PRH sekaligus Dosen Fakultas Teknik USM, Dr. Ir. Edy Susilo, M.T., menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan prinsip meresapkan air hujan kembali ke dalam tanah melalui pipa berlubang yang ditanam secara horizontal.

​”Dengan PRH, air tidak langsung dibuang ke saluran drainase, melainkan disimpan sebagai cadangan air tanah. Ini sangat efektif untuk kawasan perkotaan yang memiliki lahan terbuka terbatas,” ujar Edy dalam paparannya.

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

​Ia menambahkan bahwa PRH memiliki fungsi ganda:

  • Mitigasi Banjir: Mengurangi volume limpasan permukaan (run-off) saat hujan lebat.
  • Konservasi Air: Menjaga ketersediaan air tanah agar tetap stabil saat musim kemarau.

​Perkuat Konsep Kota Spons

​Penerapan PRH dinilai sangat relevan dengan visi IKN sebagai Sponge City atau Kota Spons. Dalam konsep ini, kawasan perkotaan diharapkan mampu menyerap, menahan, dan mengelola air hujan secara alami ketimbang sekadar mengalirkannya.

​Sebelum dijajaki untuk IKN, teknologi ini telah teruji secara praktis di berbagai lokasi, khususnya di Kota Semarang dan sekitarnya. Ratusan unit telah terpasang di kawasan permukiman, ruang publik, hingga titik-titik rawan banjir.

​Melalui diskusi ini, Otorita IKN mendapatkan gambaran teknis mengenai integrasi PRH ke dalam perencanaan drainase dan ruang terbuka hijau (RTH). Ke depan, inovasi ini diharapkan menjadi salah satu pilar teknis dalam menjaga keseimbangan ekologis di ibu kota baru tersebut.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement