BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus menunjukkan komitmennya dalam memeratakan akses pendidikan tinggi di Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan tahap lanjutan gedung perkuliahan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Rembang, Minggu (15/2).
Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah di wilayah Rembang dan sekitarnya untuk mendapatkan kualitas pendidikan kelas dunia tanpa harus jauh-jauh ke Semarang.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan gedung ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kehadiran pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.
”PSDKU UNDIP hadir untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat di daerah. Gedung ini menjadi simbol keseriusan kami menyediakan sarana representatif guna mendukung pembelajaran berkualitas,” ujar Prof. Suharnomo dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah. UNDIP menggandeng Pemerintah Kabupaten Rembang agar kampus ini menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat di daerah.
Pejabat Pembuat Komitmen, Ari Eko Widyantoro, S.T., M.Si., menjelaskan detail teknis proyek ambisius ini:
- Target Bangunan: Direncanakan setinggi 5 lantai.
- Realisasi Tahap Awal: 3 lantai dengan luas bangunan per lantai mencapai 850 m².
- Fasilitas: 16 ruang kelas modern, ruang diskusi, perpustakaan, laboratorium, serta ruang dosen.
- Konstruksi: Menggunakan beton bertulang dengan pondasi minipile yang disesuaikan dengan kondisi tanah lokal.
”Pekerjaan pondasi sudah rampung meski sempat terkendala cuaca. Proyek ini ditargetkan selesai pada 16 Juli 2026,” lapor Ari.
Bupati Rembang, H. Harno, S.E., menyambut antusias pembangunan ini. Menurutnya, kehadiran PSDKU UNDIP memiliki multiplier effect bagi daerahnya.
”Kehadiran UNDIP mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang pendidikan bagi lulusan SMA/SMK setempat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemda dalam pengembangan SDM,” ungkapnya.
Hingga saat ini, UNDIP telah mengelola tiga wilayah PSDKU, yakni di Batang, Pekalongan, dan Rembang. Strategi ini terbukti efektif dalam menjawab kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor strategis tanpa menciptakan kesenjangan akses pendidikan antara pusat kota dan daerah.
Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan aktivitas tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dapat berjalan lebih optimal demi masa depan generasi muda yang unggul dan berkelanjutan.

Komentar