BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengonfirmasi bahwa meski beberapa komoditas mulai merangkak naik, kondisi inflasi di Kota Atlas masih berada dalam kategori stabil.
”Kita punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kita pantau,” ujar Agustina saat memberikan keterangan pada Selasa (17/2).
Intervensi Pasar Skala Kecil
Untuk membendung lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan telah menyiapkan strategi operasi pasar. Namun, alih-alih menggelar acara besar di satu titik, pemerintah akan melakukan intervensi skala kecil yang menyasar langsung ke pusat-pusat perdagangan.
Langkah ini diambil agar bantuan atau pasokan komoditas murah bisa langsung menyentuh titik-titik yang mengalami kenaikan harga paling signifikan secara presisi.
Pesan Tegas untuk Pedagang
Agustina juga memberikan imbauan keras kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga yang terlalu ekstrem akan memicu inflasi jangka panjang yang pada akhirnya merugikan ekonomi secara kolektif.
”Jualan ya boleh saja, tapi harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi. Kalau ekonomi rontok karena orang tidak punya uang, yang jualan juga akhirnya tidak akan laku,” tegasnya.
Antisipasi Lewat Layanan Publik Gratis
Mengenai usulan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penggratisan layanan BRT Trans Semarang dan air bersih PDAM untuk menekan inflasi, Agustina menyatakan hal itu sangat mungkin dilakukan. Kebijakan ini akan diambil sebagai “rem darurat” jika angka inflasi sudah menyentuh titik tertentu.
Menurutnya, berkaca pada tahun lalu, langkah penggratisan layanan publik terbukti signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan angka inflasi daerah.
Komitmen Anggaran Infrastruktur dan Banjir
Di sisi lain, Wali Kota juga memastikan bahwa fokus penanganan inflasi tidak mengganggu program pembangunan fisik. Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 triliun untuk infrastruktur secara keseluruhan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp500 miliar dikhususkan untuk sektor lingkungan dan penanganan banjir. Hal ini bertujuan agar kenyamanan warga tetap terjaga, terutama saat memasuki musim hujan yang bertepatan dengan momen Ramadan.
Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Pemkot Semarang berharap stabilitas ekonomi dan kenyamanan infrastruktur kota tetap terjaga optimal bagi seluruh warga.

Komentar