Semarang

Jelang Ramadan, Wali Kota Agustina Siapkan Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengonfirmasi bahwa meski beberapa komoditas mulai merangkak naik, kondisi inflasi di Kota Atlas masih berada dalam kategori stabil.

​”Kita punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kita pantau,” ujar Agustina saat memberikan keterangan pada Selasa (17/2).

​Intervensi Pasar Skala Kecil

​Untuk membendung lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan telah menyiapkan strategi operasi pasar. Namun, alih-alih menggelar acara besar di satu titik, pemerintah akan melakukan intervensi skala kecil yang menyasar langsung ke pusat-pusat perdagangan.

​Langkah ini diambil agar bantuan atau pasokan komoditas murah bisa langsung menyentuh titik-titik yang mengalami kenaikan harga paling signifikan secara presisi.

​Pesan Tegas untuk Pedagang

​Agustina juga memberikan imbauan keras kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga yang terlalu ekstrem akan memicu inflasi jangka panjang yang pada akhirnya merugikan ekonomi secara kolektif.

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

​”Jualan ya boleh saja, tapi harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi. Kalau ekonomi rontok karena orang tidak punya uang, yang jualan juga akhirnya tidak akan laku,” tegasnya.

​Antisipasi Lewat Layanan Publik Gratis

​Mengenai usulan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penggratisan layanan BRT Trans Semarang dan air bersih PDAM untuk menekan inflasi, Agustina menyatakan hal itu sangat mungkin dilakukan. Kebijakan ini akan diambil sebagai “rem darurat” jika angka inflasi sudah menyentuh titik tertentu.

​Menurutnya, berkaca pada tahun lalu, langkah penggratisan layanan publik terbukti signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan angka inflasi daerah.

​Komitmen Anggaran Infrastruktur dan Banjir

​Di sisi lain, Wali Kota juga memastikan bahwa fokus penanganan inflasi tidak mengganggu program pembangunan fisik. Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 triliun untuk infrastruktur secara keseluruhan.

​Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp500 miliar dikhususkan untuk sektor lingkungan dan penanganan banjir. Hal ini bertujuan agar kenyamanan warga tetap terjaga, terutama saat memasuki musim hujan yang bertepatan dengan momen Ramadan.

Hadapi Era VUCA, Pelaku Wisata Semarang Didorong Tingkatkan ‘Daya Tarik Kolektif’ dan Data

​Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Pemkot Semarang berharap stabilitas ekonomi dan kenyamanan infrastruktur kota tetap terjaga optimal bagi seluruh warga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement