BERITASEMARANG.ID – Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Semarang pada Rabu (18/2/2026), memicu sederet insiden mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan bangunan. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) langsung menerjunkan tim untuk melakukan penanganan darurat di lapangan.
Daftar Lokasi Terdampak
Cuaca ekstrem ini mengakibatkan hambatan lalu lintas dan kerugian materiil di beberapa titik krusial. Berdasarkan data laporan, berikut wilayah yang terdampak:
- Pohon Tumbang: Depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo (samping BNI), dan depan Posko PMK Induk (mengenai kendaraan parkir).
- Kerusakan Pemukiman: Pohon tumbang menimpa rumah warga di Tambak Boyo.
- Fasilitas Umum: Baliho roboh di Kebonharjo dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon terangkat akibat angin kencang.
Langkah Mitigasi dan Penanganan Cepat
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, menegaskan bahwa personelnya telah dikerahkan untuk mengevakuasi material pohon dan membersihkan akses jalan agar aktivitas warga kembali normal.
”Kami terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain penanganan pasca-kejadian, dalam beberapa bulan terakhir kami sudah melakukan perapian dan pemangkasan pohon di kawasan padat aktivitas sebagai langkah mitigasi,” ujar Murni.
Imbauan Bagi Masyarakat
Pemkot Semarang juga aktif melakukan sosialisasi melalui media sosial guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerusakan harta benda. Warga diimbau untuk:
- Tidak parkir atau berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat dan angin kencang.
- Waspada saat melintasi area dengan pepohonan rimbun.
- Melaporkan potensi bahaya (pohon lapuk/miring) kepada pemerintah setempat.
Cara Melaporkan Potensi Bahaya
Bagi warga yang menemukan pohon rawan tumbang atau kerusakan infrastruktur akibat cuaca, dapat melapor melalui kanal resmi berikut:
- Aplikasi Lapor Semar
- Surat aduan resmi kepada Wali Kota atau Disperkim
- Media sosial resmi Disperkim Kota Semarang
”Masyarakat dapat berperan aktif melapor agar potensi bahaya dapat segera kami tindak lanjuti sebelum jatuh korban,” pungkas Murni.

Komentar