Semarang

Satu Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar: IPM Tertinggi di Jateng dan Ketangguhan Ekonomi Jadi Bukti Nyata

BERITASEMARANG.ID  – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, Pemerintah Kota Semarang berhasil menorehkan capaian krusial di berbagai sektor. Mengusung semangat “Kerja untuk Rakyat”, duet kepemimpinan ini sukses membawa Semarang meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah dengan skor 85,80 pada tahun 2025.

​Berdasarkan data yang dirilis, fondasi pembangunan Semarang setahun terakhir bertumpu pada lima tagline utama: Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh. Dampaknya pun mulai dirasakan masyarakat, di mana tingkat kepuasan warga mencapai 83,6 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.

Ketangguhan Fiskal di Tengah Efisiensi

Salah satu sorotan utama adalah ketangguhan fiskal daerah. Meski dihantam kebijakan efisiensi belanja pemerintah pusat melalui Inpres No. 1 Tahun 2025 yang memangkas perjalanan dinas, ekonomi kerakyatan Semarang justru menjadi penyelamat.

​Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 menunjukkan angka yang solid di 92,31 persen. Menariknya, sektor hiburan dan restoran melampaui target masing-masing sebesar 106,38 persen dan 104,31 persen. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat dan beralih ke sektor kreatif serta kuliner.

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

​”Angka ini adalah cerminan daya lenting ekonomi warga. Ketika belanja korporasi menyusut, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini,” ujar Wali Kota Agustina Wilujeng.

Layanan Dasar dan Pengentasan Stunting

Di sektor kesehatan (Semarang Sehat), kepemimpinan Agustina-Iswar berhasil memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) secara signifikan, dari 98.261 peserta di tahun 2024 menjadi 228.859 warga pada 2025. Pembangunan dan rehabilitasi empat Puskesmas serta tiga Puskesmas Pembantu juga tuntas dilakukan.

​Komitmen terhadap masa depan anak juga dibuktikan dengan keberhasilan menekan angka stunting. Melalui program Daycare Rumah Pelita, kasus stunting yang semula 5.480 kasus berhasil ditekan menjadi 3.560 kasus, yang berarti 2.406 balita berhasil keluar dari zona gizi buruk.

Transformasi Pendidikan dan Birokrasi Bersih

MUI Jateng Perkuat Peran Fatwa dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan

Pada pilar Semarang Cerdas, Pemkot Semarang fokus pada akses pendidikan gratis. Program sekolah swasta gratis kini telah menjangkau 129 sekolah dan akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026. Hasilnya, angka putus sekolah tingkat SD mencapai 0 persen. Selain itu, persoalan klasik ijazah tertahan juga diselesaikan dengan penyerahan 374 ijazah kepada siswa.

​Dari sisi birokrasi, komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dibuktikan dengan penghargaan Manajemen Talenta dari BKN RI pada Januari 2026. Penempatan pejabat kini berbasis pada kompetensi, bukan titipan, demi mewujudkan pelayanan publik yang transparan.

Infrastruktur dan Penanganan Banjir

Sebagai kota pesisir, tantangan banjir rob terus diintervensi. Dalam setahun, kepemimpinan Agustina-Iswar berhasil mengentaskan genangan rob seluas 230,98 hektare. Wilayah genangan banjir yang pada 2024 sebesar 3,29 persen, turun menjadi 2,71 persen di tahun 2025.

​Pembangunan fisik juga diimbangi dengan visi lingkungan. Gerakan “Semarang Wegah Nyampah” sukses mengelola 221.299 ton sampah dan menghasilkan dampak ekonomi sirkular senilai Rp 570 juta melalui 1.074 unit bank sampah.

Kanwil Kemenag Jateng Catat Rekor 100% Pelaporan SPT Tahunan 2025 tepat Waktu

Kesejahteraan Pekerja dan Pegiat Agama

Melalui program Semarang Makmur, pemerintah memberikan perlindungan sosial kepada 7.217 pekerja rentan lewat program Pijar Semar. Tak hanya itu, kesejahteraan pegiat sosial dan agama juga ditingkatkan melalui kenaikan jumlah penerima dan besaran bisyarah bagi guru TPQ, marbot masjid, hingga perawat jenazah.

​Capaian satu tahun ini menjadi pijakan kuat bagi Agustina-Iswar untuk melanjutkan percepatan pembangunan di tahun-tahun mendatang, dengan fokus tetap pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pelayanan dasar yang inklusif bagi seluruh warga Kota Semarang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement