Semarang

Atasi Polusi dan Banjir, Pemkot Semarang Siapkan Operasional Masif Bus Listrik

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah serius menyiapkan langkah besar untuk memodernisasi transportasi publik melalui operasional bus listrik di bawah naungan BLU Trans Semarang. Selain bertujuan menekan emisi gas buang, proyek ini dibarengi dengan komitmen revitalisasi saluran drainase guna menjamin kelancaran jalur.

​Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa saat ini uji coba bus listrik masih dibatasi pada rute dengan medan datar (flat), yakni Koridor 1 trayek Mangkang – Penggaron.

​Tantangan Medan dan Spesifikasi Kendaraan

​Agustina mengakui bahwa kondisi geografis Semarang yang variatif—terdiri dari wilayah lembah dan perbukitan—menjadi tantangan tersendiri bagi performa mesin bus listrik. Selain faktor medan, Pemkot juga dihadapkan pada dilema spesifikasi armada:

 

    • Aksesibilitas: Bus ramah disabilitas idealnya menggunakan model low deck (dek rendah sekitar 30 cm).
    • Risiko Banjir: Model low deck rentan terhadap genangan air, sehingga muncul usulan penggunaan high deck (dek tinggi) untuk keamanan saat melewati wilayah rawan banjir.

​”Kota Semarang ini kan wilayahnya ada yang lembah dan bukit, maka kita pilih jalur yang flat dulu untuk uji coba. Tapi memang kami niatkan untuk mengurangi emisi gas buang dengan memasifkan operasional bus listrik,” ujar Agustina, Selasa (3/3/2026).

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​Revitalisasi Saluran Menjadi Kunci

​Untuk mendukung operasional bus listrik yang inklusif (low deck), Pemkot Semarang berkomitmen melakukan percepatan revitalisasi saluran air di titik-titik krusial yang kerap tergenang banjir. Fokus perbaikan mencakup wilayah tengah kota dan jalur utama timur-barat.

​Beberapa titik prioritas revitalisasi tahun ini meliputi:

      1. Kawasan Simpang Lima (Target penyelesaian utama tahun ini)
      2. Jalan Gajahmada
      3. Jalan Ahmad Yani
      4. Jalan Ahmad Dahlan
      5. Jalur Mangkang hingga Pedurungan

​”Jika genangan banjir bisa dikendalikan melalui revitalisasi saluran, maka bus listrik model apapun, termasuk yang ramah disabilitas, akan bisa berjalan lancar,” tambah Agustina.

​Permohonan Maaf kepada Masyarakat

​Dalam proses pengerjaan infrastruktur ini, Wali Kota memohon pemakluman dari masyarakat jika aktivitas harian terganggu akibat proyek perbaikan drainase, terutama bagi bangunan yang berdiri di atas saluran.

​”Saya mohon maaf jika perbaikan ini mengganggu, karena kadang di atas saluran ada bangunan permanen. Namun, ini harus dilakukan demi pengendalian banjir jangka panjang,” pungkasnya.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement