Semarang

Wali Kota Semarang Tarling di Lapas Perempuan Bulu, Bagikan 300 Al-Qur’an dan Pesan Harapan

​BERITASEMARANG.ID – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang pada Minggu (8/3) malam. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, hadir di tengah-tengah warga binaan dalam agenda Tarawih Keliling (Tarling) untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menebar semangat perubahan di bulan suci Ramadan.

​Dalam kunjungannya, Wali Kota tidak hanya melaksanakan ibadah bersama, tetapi juga menyerahkan bantuan berupa 300 mushaf Al-Qur’an. Bantuan ini diharapkan menjadi sarana bagi para warga binaan untuk memperdalam spiritualitas selama menjalani masa pembinaan.

​Dalam sambutannya, Agustina Wilujeng menekankan bahwa Ramadan adalah momentum universal untuk melakukan refleksi diri. Ia mengajak para warga binaan untuk memandang masa depan dengan optimisme.

​“Ramadan selalu membawa pesan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata ulang langkah menuju lembaran kehidupan yang lebih baik,” ujar Agustina.

​Beliau juga memberikan apresiasi tinggi terhadap program kemandirian yang ada di Lapas Bulu, seperti urban farming, produksi roti, hingga pelatihan salon kecantikan. Menurutnya, keterampilan tersebut adalah modal utama agar mereka tidak hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi.

Lurah Tlogosari Kulon Ajak Warga RW 27 Perkuat Silaturahmi: “Rezeki Lapang Berawal dari Hubungan yang Baik”

​Tak hanya menyapa warga binaan, Wali Kota juga memberikan penghormatan kepada para petugas Lapas. Ia menilai dedikasi mereka melampaui tugas administratif karena turut menjadi pendengar dan pendamping moral bagi para warga binaan.

​“Petugas Lapas menjalankan peran kemanusiaan yang mulia. Mereka menjadi tempat bersandar bagi mereka yang sedang rapuh,” tambahnya.

​Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu, Ade Agustina, menyambut hangat perhatian Pemerintah Kota Semarang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas SDM perempuan.

​“Kami membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah agar proses pembinaan yang humanis ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang siap berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat nanti,” pungkas Ade.

​Kegiatan Tarling ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar semangat Ramadan terus terjaga di balik jeruji besi sebagai ruang transformasi diri.

Pererat Silaturahmi, Warga RW 27 Tlogosari Kulon Gelar Halal Bihalal di Kampung Kecil Pedurungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement