BERITASEMARANG.ID – Langkah konkret untuk mengakselerasi pembangunan di Jawa Tengah terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama. Pada Senin (6/4/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, di Kabupaten Magelang.
Pertemuan hangat tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antara umara (pemerintah) dan ulama dalam mengawal isu-isu strategis di Jawa Tengah, terutama mengenai kesejahteraan masyarakat.
Intervensi Multidimensi untuk Kemiskinan
Dalam diskusi yang berlangsung akrab, Ahmad Luthfi menekankan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu indikator. Menurutnya, pemerintah harus masuk ke berbagai lini secara simultan.
”Kita bicara arah pembangunan ke depan. Tidak bisa kita hanya bantu perbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) saja, kita harus intervensi sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujar Luthfi.
Luthfi menambahkan bahwa pendekatan holistik sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya memiliki hunian yang layak, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi dan akses kesehatan yang mumpuni.
Dukungan dari Kalangan Ulama
Gus Yusuf menyambut baik visi yang disampaikan oleh Gubernur. Sebagai tokoh ulama yang juga memahami peta politik dan sosial di Jawa Tengah, Gus Yusuf sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama.
Poin Utama Pembahasan:
- Sinergi Ulama-Pemerintah: Memastikan program pemerintah tepat sasaran melalui basis massa di pesantren dan tokoh masyarakat.
- Pendidikan & Ekonomi: Penguatan peran pesantren dalam menciptakan kemandirian ekonomi santri dan warga sekitar.
- Kesehatan: Memperluas akses jaminan kesehatan bagi masyarakat di pelosok desa.
Simbol Keharmonisan
Pertemuan ini diawali dengan sambutan hangat Gus Yusuf saat Luthfi tiba di kediaman. Jabat tangan dan pelukan erat antara keduanya menunjukkan hubungan personal yang kuat, sekaligus memberi pesan kesejukan bagi situasi sosial-politik di Jawa Tengah.
Silaturahmi ini diharapkan mampu mempercepat sinkronisasi kebijakan pemerintah provinsi dengan kebutuhan riil di lapangan, khususnya yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah di wilayah Jawa Tengah.

Komentar