BERITASEMARANG.ID – Meski dibayangi tingginya konsumsi masyarakat selama momen Idul Fitri 2026, stabilitas ekonomi di Kota Semarang menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang melaporkan angka inflasi bulanan (month-to-month) pada Maret 2026 tetap terjaga di level 0,37 persen.
Data terbaru ini menegaskan bahwa lonjakan permintaan musiman tidak sampai memicu kenaikan harga yang tak terkendali di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, memaparkan bahwa inflasi tahunan (year-on-year) pada Maret 2026 berada di angka 3,57 persen. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 4,65 persen.
Rudi menjelaskan bahwa tingginya angka pada bulan lalu lebih disebabkan oleh faktor teknis basis perhitungan tahun lalu (low base effect).
”Pada bulan sebelumnya, inflasi year-on-year tercatat 4,65 persen karena adanya pengaruh diskon tarif listrik pada awal 2025. Dampak kebijakan tersebut masih membayangi dinamika inflasi hingga Maret ini,” jelas Rudi dalam rilis resminya, Sabtu (4/4).
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2026) Kota Semarang tercatat sebesar 0,80 persen, sebuah angka yang dinilai masih dalam koridor target sasaran pemerintah.
Senada dengan data BPS, Pemerintah Kota Semarang memastikan bahwa tekanan inflasi di sektor bahan pokok tidak sampai memberatkan kantong warga. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, M. Luthfi Eko Nugroho, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor berhasil menjaga pasokan barang.
”Alhamdulillah di sektor pangan, ketersediaan barang bisa dipastikan dan harganya masih terjangkau. Kenaikan harga memang terjadi secara musiman, tetapi tidak sampai pada level yang tidak bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujar Luthfi.
- Inflasi Bulanan (m-to-m): 0,37%
- Inflasi Kalender: 0,80%
- Inflasi Tahunan (y-o-y): 3,57% (Turun dari 4,65%)
Keberhasilan menjaga angka inflasi di bawah 1 persen selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat Semarang tetap stabil di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika harga domestik.

Komentar